By 30 September 2014

Pasar Bebas Asean Menghadang Bawang Merah

10320461_10204803845646310_4083303710218779791_n

Rapat rodmap holtikultura yang membahas komoditas pertanian dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA) 2015 mendatang.

BREBESNEWS.CO -Bawang Merah merupakan komoditas terbesar Brebes, selain Telor Asin. Pemasok tiga puluh persen kebutuhan pasar Indonesia kini nasibnya tak menentu. Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 mendatang.

Sementara belum masuk pasar bebas Asean saja harga bawang sering terpuruk, contohnya harga bawang Brebes sekarang yang berada di kisaran 7000 rupiah, padahal untuk bisa untung paling tidak bawang merah berharga 10.000 ke atas.

Anjloknya harga bawang diduga karena banyaknya bawang impor yang senantiasa masuk ke Brebes, seperti dari Negara Philipina dan Thailand.

Keprihatinan akan hadangan persiangan komoditas ini disampaikan pengurus Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Selasa (30/9) di ruang kerjanya.

Menurut Ikhwan Arif, Sekretaris Jenderal ABMI mengatakan bawah bawang merah Brebes jika ingin tetap menjadi pemasok kebutuhan pasar nasional dan berkualitas bagus maka harus membuat Roadmap Corporate Farming (RCF) dari mulai pembenihan, budidaya, pasca panen, pemasaran, sampai ke arah ekspor yang pembiayaannya dilakukan oleh pemerintah daerah.

Ia menambahkan, dengan dibuatkan RCF di Brebes yang melibatkan akademisi, pendampingan ahlinya, sektor budidaya, pemasaran, pasar tradisional, ritel, industri, dan semua stakeholder dinas yang ada mempunyai konsep yang sama.

“Bila ini terlaksana maka bawang Brebes akan menjadi primadona bangsa Indonesia. Namun jika tidak ada RCF maka bawang merah kebanggaan Brebes akan punah dalam jangka waktu lima tahun, kalah dengan Kabupaten Kampar (Riau) dan Kabupaten Mataram (NTB),” kata Ikhwan

Ikhwan menambahkan pihaknya juga siap bekerjasama dengan pemerintah daerah jika diperlukan.
“Masa Bupati kalah dengan ABMI, yang telah memberikan roadmap secara nasional. Baik kepada Rumah Kreasi Industri Hebat (RKIH), maupun Kamar dagang Indonesia (Kadin)”, katanya lagi.

Sementara itu, Zaenudin Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian mengatakan bawah pihaknya siap mempertahankan dan membawa bawang merah sebagai pemasok terbesar Indonesia ke dunia. “Siap melalang dunia,” tegasnya melalui telepon.

Berita kiriman Karno Roso, Brebes
Editor : AFiF.A