By 26 September 2014

Refresh Orientasi Jurnalis Kesehatan Ibu Anak di Gelar

Foto0754

Profesor Doktor Toto Sudargo ahli gizi dari UGM saat memberikan pengertiannya tentang gizi untuk seribu hari pertama kehidupan di refresh orientasi jurnalis kesehatan ibu anak

BREBESNEWS.CO (Tegal) – Refresh Orientasi Jurnalis Kesehatan Ibu Anak di gelar 2 hari, yakni hari Kamis dan Jumat (25-26) September 2014 di Aula Hotel karlita Tegal. kegiatan ini di sponsori Unicef Perwakilan Indonesia beserta Bappeda Brebes diikuti sekitar 40 Jurnalis liputan Brebes. Unicef adalah badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani khusus kesehatan anak dan ibunya.

Acara yang di buka Kapala Bappeda Brebes Ir. Djoko Gunawan ST, dihadiri utusan Uncief Perwakilan Indonesia Petra Houllser yang didampingi penerjemah dari Bappenas. Sementara untuk pembicara tamu yakni ahli gizi dari UGM, Yogyakarta Prof Dr. Toto Sudargo dan Ezki Syanto dari Persatuan Jurnalistik Independen (AJI) Pusat. Sementara untuk pembicara lokal yakni Kasi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Nurul Aeny, SKM, dan dokter Rudi Parangsaning Utami, M.Kes, dengan moderator Widjanrto.

Dalam sambutannya perwakilan Unicef Indonesia Petra Houlser lewat penerjemahnya mengatakan kalau dirinya merasa senang dengan diadakannya refreshing atau pelatihan kembali orientasi jurnalis ini. Menurut Wanita asal Australia ini dalam suatu misi, baik misi kesehatan anak dan ibu, peran jurnalis sangat penting.

“Dibeberapa negara peran jurnalis sangat penting, termasuk dalam memberikan informasi, Advokasi dan Sosialisasi program,” jelas Petra.

Untuk itu, tambah Petra dengan difungsikan secara optimal para jurnalis untuk program kesehatan anak ini, program akan bisa tepat sasaran.

“Saya berharap teman-teman wartawan mau mengungkapkan fakta yang ada, agar dalam pengambilan kebijakan Unicef tidak keliru, dan soal kesehatan Ibu dan anak di Indonesia bisa teratasi dengan benar,” pinta Petra.

Di sesi diskusi, Profesor Toto Sudargo yang mebuka sesinya dengan tema ‘ Gizi Untuk Seribu Hari Pertama Kehidupan’ mengungkapkan kesaksiannya bahwa dalam penelitiannya di Kabupaten Brebes Air susu Ibu (ASI) hampir 59 prosen mengalami pencemaran pestisida. Hal ini di duga karena banyaknya penggunaan pestisida pada hasil pertanian di Brebes.

“Keadaan ini jelas membahayakan buat ibu hamil, dan bayi yang di susui,” ungkap Prof Toto.

Untuk itu, kepada ibu-ibu hamil di Kabupaten Brebes sebaiknya bisa mengkonsumsi asupan gizi yang baik serta vitamin yang memadai agar janin bayi yang akan dilahirkan bisa tahan terhadap rentan penyakit.

Sementara dokter Utami menyoroti kematian Ibu dan Anak di Kabupaten yang masih tinggi di tingkat provinsi.

” Di Kabupaten Brebes angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian Ibu (AKI) masih dinyatakan tertinggi di Jawa Tengah. Untuk tahun 2014 ini saja dari rentang Januari hingga Agustus dari data yang masuk Dinas Kesehatan mencapai 235 orang,” kata dokter Utami.

Disinilah, tambah dokter Utami peran jurnalis dituntut untuk bisa menekan tingginya angka kematian, dengan memberikan kesadaran lewat informasi pada masyarakat, tentang gizi dan kesehatan bagi si Ibu dan anak.

Ezki Suyanto yang bicara di hari pertama kedua menyajikan beberapa pengalaman dirinya sebagai seorang yang bergelut sebagai jurnalis selama 21 tahun serta bagaimana tekhnik pencarian berita dan penulisannya. Etika jurnalis dalam menjalankan tugasnya juga di singgung Ezki yang pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat ini.. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi