By 10 September 2014

RSUD Brebes Gratiskan Pasien Korban Kekerasan Perempaun dan Anak

20140910_085107_resized

Audiensi PPT (Pusat Pelayanan Trerpadu) Tiara ke RSUD Brebes, soal pemberian keringanan pasien korban kekerasan pada perempuan dan anak, Rabu (10/9/2014).

BREBESNEWS.CO – Sebagian korban kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Brebes sampai semester 1 di Kabupaten Brebes sebanyak 16 anak dan 14 perempuan, fakta yang ada ternyata korban banyak dari golongan yang tidak mampu.

Sedangkan sampai 9 September 2014 pihak RSUD Brebes masih memberikan pembiayaan terutama masalah layanan visum, perawatan pengobatan dan layanan psikologi baik trauma atau depresi.

Bertempat di Aula Rapat RSUD Brebes, Rabu (10/9/2014) dilakukan audiensi PPT (Pusat Pelayanan Trerpadu) Tiara ke RSUD Brebes, yang dihadiri oleh pengurus PPT Tiara dan jajaran fungsional dan struktural di lingkungan RSUD Brebes.

drg. Oo Suprana, M.Kes Direktur RSUD Brebes menyambut baik audiensi dari pihak PPT Tiara Brebes perihal pembebasan pembiayaan bagi korban kekerasan perempuan dan anak di RSUD Brebes.

Dra. Aqilatul Munawaroh, M.Pd selaku Ketua PPT Tiara, menjelaskan selayang pandang tentang Profil PPT Tiara kepada peserta audiensi, sekaligus menyampaikan permintaan kebijakan dari RSUD Brebes untuk pembebasan biaya bagi korban kekerasan perempuan dan anak.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Siti Mazkiyah, SH. MKes selaku bendahara PPT Tiara menuturkan harapan ke depan agar kasus kekerasan Perempuan dan Anak di Brebes menurun, sehingga permohonan kebijakan RSUD Brebes untuk bisa berkenan membebaskan biaya visum, perawatan korban, layanan psikologi baik depresi maupun trauma.

Yunarko, dari polres Brebes unit PPA, juga menyampaikan permohonan agar korban yang mendapatkan layanan visum untuk laporannya lebih cepat dalam menyampaikan informasi ke polres.

Kebijakan RSUD mulai 10 September 2014 Gratis bagi korban, dengan catatan ada rekomendasi dari PPT Tiara atau Polres, karena memudahkan bagi petugas IGD di dalam mencatat administrasi layanan. untuk Visum korban gratis, namun harus ada rekomendasi surat dari polres. sedangkan Untuk perawatan korban dan layanan psikologi juga gratis, di masukkan pada kelas utama II, ” ujar drg. Oo Suprana. (HENDRIK)

Posted in: Sosial