BrebesNews.Co 27 September 2014 Read More →

Undang-Undang Keperawatan Telah Disyahkan, (selanjutnya…….?)

Oleh : Ns. Edy Raharja, S.Kep
(Sekretaris PPNI Kab. Brebes)

edy

Ns. Edi Raharja, S.Kep foto sebelah kiri saat berada di depan gedung DPRRI  Jakarta

Jakarta, Cerah ceria tergambar jelas pada wajah-wajah peserta Aksi Simpatik Dukung Pengesahan RUU Keperawatan, setelah ketua Sidang paripurna mengetuk palu tanda di syahkannya Undang-Undang Keperawatan tepat pukul 12.05 WIB, Kamis 25 September 2014.

Terik matahari, haus dan dahaga rasanya terbayar sudah. Tak terkecuali itu semua dirasakan juga oleh 43 orang perawat perwakilan Pesatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Brebes diantara ribuan peserta Aksi. Rombongan dalam satu Bus yang di komandoi oleh Edy Raharja, S.Kep,Ns (Sekretaris PPNI Kabupaten Brebes) selaku Koordinator Lapangan bertolak ke Jakarta pada Rabu malam tanggal 24 September 2014 tepat pukul 20.30 WIB.

Supardi, SKM, S.Kep (Ketua PPNI Kabupaten Brebes) menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada para peserta aksi tersebut khususnya anggota PPNI Kabupaten Brebes juga permohonan maaf karena malam itu tidak bisa turut serta.

Kelahiran UU Keperawatan diharapkan mampu menata kembali keperawatan sebagai sebuah profesi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kontribusi dalam pelayanan kesehatan yang luas dan berkualitas.

Sebagai sebuah profesi perawat dituntut lebih untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya pada layanan kesehatan berdedikasi tinggi yang tersebar hingga pelosok negeri, sehingga akan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat secara merata. Kehadiran profesi perawat akan dapat ikut menurunkan angka kecacatan, kesakitan dan kekambuhan mengingat populasinya sekitar 60% dari total tenaga kesehatan.

Maka sungguh sangat disayangkan ketika format peran perawat di Puskesmas saat ini kurang jelas, hal ini juga berdampak masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB), meningkatnya prevalensi Gizi kurang serta naiknya prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM).

Sementara di rumah sakit, akibat kurang diperhatikannya peran dan kompetensi perawat berdampak pada rendahnya efesiensi dan efektifitas pelayanan keperawatan kepada Klien yang membutuhkan. (Press Release PPNI Pusat)

Perawat Rawan Dikriminalisasi

Untuk itu rasanya tepat ketika pengesahan UU Keperawatan menjadi acuan yang perlu dan mendesak untuk segera disosialisasikan dan di implementasikan.

Selama ini terkadang perawat sering dihantui oleh ketidakpastian hukum terkait dengan pelaksanaan praktik profesi yang dilakukan. Bahkan kadang sangat rentan di Kriminalisasikan. Permenkes 148 tahun 2010 sebagai salah satu regulasi yang mengatur ijin penyelenggaraan praktik praktik perawat masih jauh dari harapan.

Perawat adakalanya melakukan bebagai macam pekerjaan pelayanan kesehatan bahkan tanpa kompensasi dan perlindungan yang memadai. Kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat menuntut banyak terhadap peran perawat untuk memberikan pelayanan yang mereka perlukan. Situasi ini mengakibatkan banyak area abu-abu (Grey Area) harus perawat lakukan.
Beberapa kasus hukum bahkan perawat di meja hijaukan untuk di perkarakan terhadap tindakan yang dilakukan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, ini membuktikan bahwa praktik keperawatan rentan di pidanakan.

Harapan kedepan dengan disyahkannya Undang-undang Keperawatan sebagai aturan yang jelas menjadi sesuatu yang penting agar pelayanan yang diharapkan oleh masyarakat dapat terpenuhi. Batasan kewenangan perawat yang jelas sebagai bagian dari tim kesehatan dapat meningkatkan sinergisitas dalam melayani masyarakat.

Bawa Secercah Harapan

Kini Undang-undang Keperawatan telah lahir setelah lebih dari 10 tahun diperjuangkan Lahirnya UU Keperawatan menjadi harapan semua perawat dan bukan akhir dari sebuah perjuangan.

“Ini awal dari sebuah perjuangan, masih diperlukan kerja keras dan pengawalan sampai bisa di implementasikan,“ Kata Harif Fadillah, S.Kp, SH (Sekjend PPNI Pusat) ketika menyampaikan orasinya didepan ribuan peserta aksi siang itu sesaat setelah ketok palu Sidang Paripurna pengesahan UU Keperawatan.

Akhirnya ucapan terima kasih kepada penggagas, senior, dan pengurus PPNI Pusat/Propinsi/ Kabupaten-Kota serta para peserta Aksi Simpatik Dukung Pengesahan UU Keperawatan. Hari Kamis, 25 September 2014 anda turut tercatat dalam lembaran sejarah lahirnya Undang-undang yang kita dambakan bersama.

Salam Perawat
Maju Bersama dan Sukses PPNI Kabupaten Brebes

Posted in: Opini