BrebesNews.Co 19 October 2014 Read More →

Buka Pasar Ekspor, Petani ‘Jahe Gajah’ Mulai Punya Harapan

Suasana rapat sebelum kerjasama antara PT GPI dan APPJI disepakati

Suasana rapat sebelum kerjasama antara PT GPI (Grencofe Premium Indonesia) dan APPJI (Asosiasi Petani dan Produsen Jahe Indonesia) disepakati

BREBESNEWS.CO (Jakarta) -Kabar harapan baru untuk petani jahe pasca ditandatanganinya MoU (Memorandum of Understanding) atau kesepakatan kerjasama pembelian panen Jahe Gajah dari petani, Sabtu (18/10), di gedung Epiwalk, lantai 5, unit B 503-505, Jl HR Rasuna said, Kuningan Timur, Jakarta Selatan.

Kesepakatan kerjasama ditandatangani langsung oleh direktur utama PT Grencofe Premium Indonesia (GPI) Dendy Soerjono BSBA dan ketua Asosiasi Petani dan Produsen Jahe Indonesia (APPJI) Ir Suranto BSc. Turut menyaksikan jalannya MoU tersebut pembina kelompok Petani Jahe Gajah Desa Larangan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Kuntoro Tayubi.

Dalam kesepakatan tersebut menyatakan, pihak PT GPI siap membeli jahe dari petani binaan APPJI dengan spesifikasi dan pembayaran yang disepakati kemudian langsung antara PT GPI dengan petani binaan APPJI.

“Dengan kesepakatan (Perjanjian ini) nantinya petani tidak keragu-raguan dalam penjualan produk pasca panen,” kata Suranto, di kantor sekretariat APPJI, Jl Tirto Larangan, Brebes, kemarin.

Sementara itu, ketua bidang Budidaya APPJI Kuswandi mengatakan, mengingat kebutuhan bibit Jahe Gajah sedang dibutuhkan dalam skala besar, para petani Jahe Gajah diharap jangan dijual sebagai jahe konsumsi.

“APPJI menerima jahe gajah yang usia 10 bulan dengan harga yang bagus. Jangan dijual sebgai jahe konsumsi. Hubungi saja pengurus APPJI,” kata Kuswandi. Ia menambahkan, kebutuhan eksport jahe gajah saat ini sangat tinggi. Indonesia berada diperingkat ketiga negara pengekspor jahe, setelah India dan Cina. India 336 rbu ton/th, Cina 302 ribu ton/th dan Indonesia 189 ribu ton/th.

Untuk mensukseskan program kerjasama dan memanajemen rutinitas kebutuhan ekspor ini, bulan Desember mendatang pengurus DPD dan DPW APPJI akan dikumpulkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Bogor. Dendy sendiri berharap, dengan kerjasama ini dapat meningkatkan kesejehateraan petani jahe di Indonesia, dan secara nasional menuju swasembada jahe nasional.

Sementara itu, Kuntoro Tayubi yang juga membina petani Jahe Gajah di Desa larangan lewat emailnya kepada BREBESNEWS.CO mengungkapkan kegembiraanya dengan adanya MoU itu. Pasalnya dengan adanya kesepakatan kerjasama petani Jahe Gajah hasilnya bisa optimal dan pasarannya tidak sulit lagi.

“Saya berharap kedepan dengan adanya MoU dengan PT pengekspor Jahe Gajah ini, petani terutama di Desa Larangan Brebes bisa terbantu. Hal ini karena tanaman Jahe Gajah tidak terlalu membutuhkan banyak air, sedangkan pertanian di Desa Larangan saat musim kemarau mengalami kekeringan. Dengan adanya kesepakatan ini, berarti bisa memberi nilai tambah untuk petani, khususnya yang tengah membudidayakan tanaman Jahe Gajah,” pungkas Kuntoro. (AFiF.A)