BrebesNews.Co 6 October 2014 Read More →

Digeruduk Warga Rancawuluh, PT Waskita Sanggupi Permintaan Keluhan Warga

tol

Aktifitas pembuatan jalan tol Brebes-Pemalang yang tengah berlangsung

BREBESNEWS.CO- Ratusan warga Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.Mereka geruduk kantor desa setempat, Senin,(6/10/ 2014). Warga mempertanyakan status jalan di desanya yang terkena pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang yang saat ini tengah berlangsung dikerjakan.

Mereka kembali mempertanyakan ke pihak desa setempat untuk mengadakan audensi sekaligus orasi damai, lantaran tidak ada tindaklanjut atas persoalan yang sudah sekian lama tak kunjung terselesaikan dengan baik.

Dalam pertemuan itu, Sukartono dari perwakilan pihak PT Waskita Karya Persero selaku pelaksana pembangunan tol Pejagan-Pemalang, Muspika Kecamatan Bulakamba dan aparatur Pemerintahan Desa (Pemdes) Rancawawuluh, serta aktivis Gerakan Berantas Korupsi (Gebrak).

Sugiyanto, salah seorang perwakilan Desa Rancawuluh mengatakan, ada beberapa tuntutan warga yang disampaikan dalam audensi maupun orasi damai tersebut. Mereka menunut diantaranya Pemerintah Desa Rancawuluh agar transparan tentang jalan gang desa yang terkena proyek pembebasan jalan tol ruas Pejagan-Pemalang.

“Terkait masalah itu apakah sudah dibayar atau belum?. Sebab, sesuai informasi yang masyarakat terima, jika hasil pembayaran tersebut akan digunakan untuk membeli areal sawah guna pembuatan lapangan olahraga/sepakbola. Akan tetapi, sampai sekarang pihak desa belum memberikan penjelasan apapun terkait hal ini kepada masyarakat,” ujar Sugianto.

Selain itu, warganya juga menuntut kepada pihak pelaksana jalan tol Pejagan-Pemalang atau pihak-pihak lain yang terkait, agar bersedia memberikan kompensasi kepada masyarakt desanya atas dampak lingkungan dari pelaksanaan pekerjaan proyek jalan tol tersebut.

“Sebagai contoh, polusi debu yang mengganggu pernapasan warga dan rumah warga yang retak-retak,” tambah sugianto.

Kemudian, lanjut Sugiyanto, warganya juga menuntut kepada pihak pelaksana jalan tol Pejagan-Pemalang agar didalam pelaksanaannya tidak mengganggu aktivitas perekonomian warga dan perekonomian pertanian. “Sebagai tuntutan itu, warga meminta agar jalan tol dibangun diatas jalan desa dan meminta agar saluran irigasi pertanian dibangun dan difungsikan kembali seperti semula,” terangnya.

Sementara itu menanggapi keluhan warga Rancawuluh Pemkab Brebes mengadakan pertemuan bersama PT Waskita Karya Persero, Asisten I, Drs. Suprapto, dan Camatan Plt Laode di ruangan Asisten I Senin sore.

Dalam pertemuan itu disepakati bersama Pemkab Brebes PT Waskita akan meanggung ganti rugi tanah desa yang dianggap milik desa. Seperti diketahui tanah desa berupa lapangan bola saat ganti rugi diselewengkan oknum kepala desa yang kini sudah almarhum yakni Kurdi. Kurdi sendiri sudah menjalani proses hukuman.

Selain itu, PT Waskita juga menyanggupi akan memberi masker warga Desa Rancawuluh, terutama pada anak-anak untuk antisipasi polusi debu, dan menyiagakan dokter kesehatan dilokasi pembuatan jalan tol. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi, Sosial