BrebesNews.Co 31 October 2014 Read More →

Jadi Bandar Judi Kopyok, Tiga Kakek di Cokok Polisi

IMG_20141030_153754

Para tersangka judi kopyok yang di tangkap jajaran Kepolisian Brebes, diantaranya 3 kakek yang menjadi bandar judi

BREBESNEWS.CO-Pemberantasan perjudian di Kabupaten Brebes terus digalakkan jajaran Polres Brebes. Sebanyak tiga orang kakek harus berurusan dengan polisi, setelah ketangkap tangan menjadi bandar judi kopyok, Kamis malam (30/10/2014) kemarin. Ketiganya di cokok atau diringkus  saat melakukan praktik judi kopyok di keramaian tempat himburan warga.

Ketiga tersangka yang merupakan bandar judi kopyok itu adalah Rasjum (60) dan Takwadi (74), keduanya warga Desa Bojong Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Kemudian, Sajad (64), warga Desa Klikiran, Kecamatan Jatibarang.

Dari tangan mereka polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seprti alat judi kopyok dan uang taruhan. Ketiga kakek yang telah memiliki cucu itu mengaku jika sudah biasa menjadi bandar judi kopyok, setiap ada keramaian di tempat hiburan warga.

Kasat ReskrimAKP Moh Subkhan Jumat (31/10/2014) mengatakan, tiga bandar judi kopyok itu diringkus berawal dari laporan warga di daerah Jatibarang, Brebes yang resah dengan adanya judi kopyok di sebuah pekarangan.

Lokasi itu yang tidak jauh dari tempat tontonan hiburan orgen tunggal. Dari laporan itu, polisi langsung melakukan penggerebegan dan menangkap para tersangka. “ketigaTersangka ini tertangkap tangan saat melakukan judi di sekitar keramaian hiburan yang digelar warga,” tandasnya.

Lebih lanjut Kasat mengatakan, atas perbuatannya mereka dijerat pasar 303 KUHP tentang perjudian. Para tersangka itu terancam hukuman 10 tahun penjara. “Kami kini masih memproses hukum terhadap ketiga tersangka ini. Kami tidak akan main-main terhadap tindak perjudian,” ujarnya.

Salah satu tersangka, Rasjum (60) yang terlah memiliki 10 cucu mengaku, operasi judi yang dilakukannya digelar hanya pada saat ada hiburan, seperti musik dangdut yang digelar di kampung – kampung untuk hiburan hajatan. Biasanya untuk berjudi, kelompoknya memanfaatkan lahan pekarangan yang sepi, di dekat lokasi keramaian, sehingga tidak terendus oleh aparat kepolisian. “Sudah lama saya jadi bandar judi kopyok ini,” akunya.(HENDRIK)

Posted in: Kriminal