BrebesNews.Co 13 October 2014 Read More →

Kurangnya Pengetahuan, Banyak Ibu Hamil Makan dengan Porsi Sedikit

gizi

Gambar ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Masalah gizi seringkali muncul karena warga tidak memiliki pengetahuan, kepercayaan, nilai atau norma yang kurang memadai. Contoh umum di masyarakat adalah mentolerir ibu hamil makan dengan porsi yang jauh lebih sedikit dibanding masa sebelum hamil. Hal ini karena dengan makan banyak memberi ketakutan akan terjadi kegemukan. Padahal saat hamil itulah si ibu harus bisa memenuhi gizi yang cukup untuk bayi yang akan dilahirkan.

Sementara itu, saat bayi lahir juga memberi pisang, air atau makanan padat lainnya pada anak usia di bawah 6 bulan dibanding air susu ibu (ASI). Selain itu lebih memilih membelanjakan uang untuk rokok, pulsa HP atau kebutuhan kurang penting lainnya dibandingkan membeli telur, ikan, ayam untuk anak.

Hal ini dinyatakan dalam acara Monitoring di Desa Sitanggal di Kediaman ibu Muhani RT. 07/04 Desa Sitanggal Larangan, dihadiri oleh para penerima Dana PKH sebanyak 20 orang. Narasumber pertemuan ini adalah Ibu Aeni selaku pendamping PKH Desa Larangan.

Lebihjauh Aini menandaskan agar anak menjadi pintar dan tumbuh optimum, keluarga perlu memperhatikan masa penting, yakni 1000 hari pertama kehidupan, mulai selama kehamilan (9 bulan atau 270 hari) sampai 2 tahun pertama sejak anak dilahirkan (730 hari pertama). Seribu hari pertama merupakan periode penting dimana gangguan yang muncul pada masa ini akan berakibat secara menetap dan tidak dapat diperbaiki.

1000 hari ini meliputi ibu hamil mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan meminum tablet tambah darah, melahirkan di sarana kesehatan, melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), memberikan ASI ekslusif sampai bayi berusia 6 bulan, ASI tetap diberikan sampai anak berusia 2 tahun, memberikan MPASI (Makanan Pendamping ASI), memastikan anak mendapatkan imunisasi, mendapatkan vitamin A enam bulan sekali dan zink ketika diare, cuci tangan pakai sabun dengan air bersih, kata aeni.

Bayu Setiawan selaku ketua tim monitoring FDS PKH menyampaikan kesiapan pendamping saat melakukan FDS masih kurang terutama pada sisi teknik memfasilitasi, penyampaian judul materi terlambat sehingga peserta saat berinteraksi didkusi masih bingung, ada beberapa tahapan meloncat dan cara mengunci pesan belum tersampaikan dengan baik. tapi secara umum pendamping sudah menyampaikan materi dan konten yang sudah baik.

Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Prestasi Kabupaten Brebes melakukan Monitoring Pelaksanaan Family Development Session (FDS) dari tanggal 13-23 Oktober 2014. Lokasi monitoring adalah desa dampingan Penerima PKH yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes. pelaksana monitoring terdiri dari Unsur dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, di dampingi konsultan unicef untuk PKH Prestasi. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi