BrebesNews.Co 28 October 2014 Read More →

Modul Soft Skill Diujicobakan 5 Desa di Kecamatan Wanasari

modul

Modul Soft Skill untuk ketua kelompok penerima PKH diujicobakan 5 desa di Kecamatan Wanasari

BREBESNEWS.CO -Unicef Indonesia melakukan ujicoba Modul Soft Skill bagi ibu ketua kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Brebes. Modul Soft Skill ini sengaja di ujicobakan di Brebes dengan harapan nantinya ibu ketua kelompok bisa memenej pada saat pertemuan Family Development Sesion (FDS) tentang kesehatan keluarga dan gizi.

Acara pengenalan program tersebut diselenggarakan pada hari ini Senin, 27/10/ 2014 bertempat di aula Balai Desa Klampok Kecamatan Wanasari, diikuti sebanyak 30 orang ( masing-masing 5 orang dari perwakilan desa) antara lain Desa Keboledan, Kupu, Pesantunan, Klampok dan Desa Wanasari.

Topik pembelajaran Modul Soft Skill antara lain mengenalkan nama-nama peserta pertemuan FDS, mengidentifikasi kelebihan kekuatan peserta pertemuan, melakukan sejumlah permainan untuk mencairkan suasana pertemuan, komunikasi non verbal seperti teknik tatapan mata, mimicking, tangan.

Selain itu juga materu tentang teknik mendengarkan aktif/menyimak, teknik mendengarkan fasilitatif (menyatakan kembali), menilai tingkat pemahaman peserta terhadap materi ( menilai hasil pembelajaran).

Ramon Broers dari Unicef menyampaikan ujicoba Modul Soft Skill bagi Ibu Ketua Kelompok pertama kali di Indonesia dan di tempatkan di desa klampok ini. Ujicoba ini untuk mendapatkan masukan dari ibu ketua kelompok PKH. Unicef akan dicetak pada bulan januari 2015.

“Rencana ke depan ada dukungan dari unicef untuk dilakukan pelatihan untuk ibu ketua kelompok penerima PKH di Brebes, sehingga ke depannya ketua kelompok dapat menerima manfaat langsung dan ketua kelompok turut serta dalam merubah perilaku penerima PKH tentang kesehatan keluarga dan gizi,” tutur Ramon Broer.

Sementara itu pendamping PKH di Kecamatan Wanasari Adi Assegaf merasa gembira dan mendukung penuh dengan ide pemberian pembelajaran Soft Skill bagi ibu ketua kelompok PKH, dengan ketua kelompok dilatih nantinya memudahkan dalam memenej setiap pertemuan kelompok, dampaknya pendamping pun merasa terbantu saat ada kegiatan FDS,” ujar Adi Assegaf selaku Pendamping PKH Desa Kupu dan Keboledan. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi