BrebesNews.Co 29 October 2014 Read More →

Siswi SMAN 2 Brebes jadi Duta Debat Bahasa Indonesia ke Papua

pina 1

Stipani Salsabila siswi SMAN 2 Brebes (kanan) berhasil mewakili Jateng untuk lomba Debat Bahasa Indonesia’ tingkat Nasional di Manokwari Provinsi Papua

BREBESNEWS.CO -Dengan meraih nilai 2568 Stipani Salsabila siswi SMA Negeri 2 Brebes kelas XI MIA 4 berhasil mewakili Jawa Tengah dalam lomba ‘Debat Bahasa Indonesia’ kategori Pendebat Terbaik, dalam lomba yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayaan RI.

Stipani Salsabila selanjutnya bakal dikirim ke Manokwari, Provinsi Papua pada awal Desember mendatang untuk mengikuti lomba yang sama ‘Debat Bahasa Indonesia’ Tingkat Nasional .

Keberhasilan Pani demikian panggilan akrabnya mampu menyisihkan 35 peserta lainnya se Jawa Tengah, menambah deretan prestasi SMAN 2 Brebes. Sementara untuk juara II di raih perwakilan dari SMAN 1 Purbalingga dengan meraih total nilai 2505 dan SMAN 1 Sukoharjo dengan total nilai 2483.

“Alhamdulillah, ternyata saya bisa menjadi yang terbaik dalam debat bahasa Indonesia tingkat Jawa Tengah,” tutur Pani yang didamping Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan Agus Windarto SPd, saat di temui humas di sekolah setempat, Rabu (29/10/2014).

Gadis Kelahiran Brebes 24 Agustus 1998 ini mengaku senang dengan prestasi yang diraihnya. Hal ini Karena mendapat pengalaman yang sangat berharga dan telah menggembirakan orang tua, guru dan teman-temannya.

“Sebenarnya, ini bukan prestasi saya pribadi tetapi atas doa orang tua, bimbingan guru dan support teman-teman,” tuturnya.

Penggemar Rujak Uleg ini memandang bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang harus dipertahankan. Bahasa Indonesia telah mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan dari Sabang sampai Merauke.

“Maka generasi muda harus trampil berbahasa dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” ucapnya.
Kemenangan anak pasangan Adriyantoni (wiraswasta) dan Siti Paris ( karyawan BII Tegal) setelah mempertahankan debatnya tentang wacana penghentian pengiriman TKI ke luar negeri.

Pani dihadapan dewan juri mendebat ketidaksetujuannya atas moratorium pengiriman TKI, karena TKI mampu menyumbang devisa negara yang sangat besar. Disamping itu mampu meningkatkan ekonomi keluarga.

Namun dirinya dengan lantang mensyaratkan agar TKI yang dikirim ke luar negeri benar-benar yang professional. Jangan sampai tenaga kerja yang illegal apalagi sekadar abal-abal.

“Brebes misalnya, menjadi kantong TKI maka yang dikirim harus perofesional, bukan pula buruh alias pembantu rumah tangga saja,” terang pelahap buku cerita.

Keberhasilan Pani tidak serta merta di raih begitu saja, tetapi telah melalui proses pembelajaran yang panjang. Diawali dengan menjadi juara 2 speech contest tingkat Kabupaten Brebes, menjadi juara 1 debat bahasa Indonesia tingkat kabupaten Brebes dua tahun berturut-turut dan juara harapan 2 Saint Research Project.

Untuk menghadapi event ditingkat nasional, Pani giat membaca buku untuk menambah referensi sehingga tidak gagap saat perdebatan nanti. Selain belajar di sekolah dengan bimbingan guru bahasa Indonesianya, di rumahnya Desa Banjaranyar Rt 01/RW I juga secara rutin mendapat bimbingan dari ayahnya.

Kepala SMAN 2 Brebes Edy Wahyudi MPd merasa bangga atas prestasi yang ditorehkan peserta didiknya. Baginya, prestasi Pani bagai gado istimewa diakhir masa jabatannya sebagai Kepala SMA 2.

“Saya berharap, semoga Pani menjadi juara 1 di Manokwari mendatang, sehingga mengharumkan sekolah dan Brebes pada umumnya,” pungkas Edy. (ILMIE).

Posted in: Pendidikan