BrebesNews.Co 23 October 2014 Read More →

Tekan Kematian Ibu-Bayi dalam Persalinan, Puskesmas Buaran Harap ada Ruang Inap Pasien

Kepala puskesmas Buaran saat menunjukan eks gedung  puskesmas lama

Kepala Puskesmas Buaran Kecamatan Bantarkawung Supardi S.Kep saat menunjukan eks gedung Puskesmas lama

BREBESNEWS.CO – Demi meningkatkan mutu pelayanan di bidang kesehatan, terutama soal persalinan (ibu melahirkan), Puskesmas Buaran yang terletak di Dukuh Buaran Desa Pangebatan kecamatan Bantarkawung saat ini sangat membutuhkan gedung rawat inap untuk menampung pasien yang harus diopname seperti untuk ibu melahirkan.

Kepala Puskesmas Buaran, Supardi SKm. SKep kepada BREBESNEWS.CO Kamis (23/10/2014) mengatakan, hal ini dipandang perlu lantaran mengingat cakupan jumlah pasien di Puskesmas Buaran yang sudah terlalu banyak, akan tetapi tidak didukung sarana prasarana yang memadai, sehingga banyak pasien yang terpaksa harus menjalani perawatan yang cukup jauh seperti di Kecamatan Bumiayu.

Puskesmas Buaran sendiri, selama ini menangani para pasien dari 7 desa yakni desa Cinanas, Cibentang, Banjarsari, Pangebatan, Karangpari, Telaga dan desa Waru yang jika dijumlahkan sekitar lebih dari 34 ribu jiwa.

“Kami berasumsi jika di puskesmas Buaran ada ruang rawat inapnya, biaya lain-lain yang harus dikeluarkan oleh warga masyarakat khususnya para keluarga pasien bisa lebih ditekan dan tidak akan terlalu banyak yang dikeluarkan, karena lokasinya dekat. Namun jika pasien harus di rawat inap di RS di Bumiayu atau diluar kota, maka bisa dibayangkan berapa biaya yang harus di keluarkan,” ungkap Supardi.

Menurut Supardi yang juga ketua PPNI kabupaten Brebes bahwa, terlebih lagi dengan aturan akan Puskesmas wajib persalinan normal, hal ini menandakan sudah sepatutnya Puskesmas ini memiliki gedung tambahan berupa rawat inap.

“Sebenarnya kami sudah ada calon lokasi yang tepat untuk sarana itu yakni dengan memanfaatkan gedung eks puskesmas lama untuk dijadikan gedung rawat inap dan juga ruang bersalin. Jika kami lihat, eks gedung puskesmas lama itu, nantinya bisa dibangun sekitar 5 lokal atau lebih tergantung kebutuhan. Oleh karena itu kami akan mengajukan proposal terkait pengadaan gedung rawat inap tersebut,” ujar Supardi mengakhiri wawancaranya.(*)

Faqih Wirdani, Bumiayu
Editor : AFiF.A

Posted in: Serba Serbi