BrebesNews.Co 5 October 2014 Read More →

Umat Islam Harus Tiru Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim

Foto0770

Jamaah sholat Iedul Adha membubarkan diri usai sholat dan dilanjutkan khotbah sholat Ied Adha yang disampaikan oleh KH Rosyidi di Masjid Agung Brebes

BREBESNEWS.CO – Kemandirian keluarga mutlak diperlukan untuk memperkuat ekonomi bangsa. Pasalnya, keluarga yang mandiri tidak lagi menjadi beban hidup bagi orang lain. Tetapi segala yang dilakukanpun tidak hanya untuk kepentingan sendiri namun justru memberi kebermanfaatan bagi orang lain.

Demikian dijelaskan Ketua Yayasan Islamic Center Drs KH Rosyidi saat menyampaikan Khutbah Idhul Adha 1435 Hijriyah pada sholat Ied Idhul Qurban di Masjid Agung Brebes, Ahad (5/10).

Sholat Iedul Adha, dilaksanakan pas pukul 06.00 WIB dengan jamaah mencapai ribuan dari dalam masjid hingga luber ke alun-alun. Sekda Brebes Emastoni Ezam dan Kabag Humas Atmo Tan Sidik  juga turut melaksanakan sholat Ied Adha. Sementara Bupati Brebes Idza Priyanti SE, tampak dijajaran jamaah sholat Iedul Adha wanita. Untuk Imam Sholat Idul Adha yakni Ketua Jamiyatul Quro wal Hufadz (JQH) Kabupaten Brebes KH Khoeron Al Khafidz.

Lebih lanjut KH. Rpsyidi menandaskan, sebagai umat Islam jangan sampai meminta-minta yang menjadikan dirinya sangat hina. Berusahalah memperkuat ekonomi keluarga dengan cara-cara yang halal, namun sesudah itu harus pula ikhlas untuk berkurban sebagai manifestasi keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.

Jangan selalu menjadi beban bagi orang lain, tetapi hendaknya mampu menjadi pejuang untuk mengeluarkan beban dari persoalan-persoalan ekonomi keluarga orang lain maupun bangsa. Idhul Adha telah memberi cerminan bagaimana seharusnya manusia hidup berkurban tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi jauh lebih bermanfaat bagi orang lain. “Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tandas Kiai Rosyidi.

Keluarga yang kuat dan peduli pada insane lain inilah seperti yang diajarkan seorang Nabi Ibrahim dalam menjalankan perjuangannya menegakan akidah. Berani berkorban untuk umat atau orang lain walaupun harus mengorbankan anak kesayangannya Ismail.

“Inilah pangkal bagaimana ketauladanan dan ketabahan dari seorang Nabiyullah Ibrahim dalam menjalani cobaan keluarga hingga mau manjalankan pengorbanan yang diperintahkan Allah SWT, meski harus mengorbankan anak kesayangannya” pungkas KH. Rasysidi mengakhiri khotbahnya. (ILMIE).

Posted in: Serba Serbi