BrebesNews.Co 19 November 2014 Read More →

4 Puskesmas di Brebes Cakupan ASI Masih Dibawah Anjuran WHO

asi

Ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Cakupan ASI Ekslusif 0-6 bulan di 4 Puskesmas di Kabupaten Brebes menurut data Kesehatan Kabupaten Brebes sampai dengan September 2014 masih dibawah target yang di anjurkan oleh WHO yaitu mencapai 50%. Puskesmas tersebut antaranya di Puskesmas Sidamulya (33,26%), Puskesmas Jatirokeh (45,24%), Puskesmas Brebes (47,05%), dan Puskesmas Wanasari (49,16%).

Angka ini menandakan hanya sedikit anak di wilayahnya yang memperoleh kecukupan nutrisi dari ASI. Padahal ASI berperan penting dalam proses tumbuh kembang fisik dan mental anak dengan dampak jangka panjangnya.

Khaerul Abidin selaku Kabid Pemsosbud Bappeda Brebes menyampaikan dalam paparannya “Perlu ekstra kerja keras bagi puskesmas yang cakupan ASI nya di bawah anjuran WHO yaitu 50% dan target Nasional (Pemerintah) yaitu mencapai 75%,” ujar Khaerul di sela-sela Kegiatan Orientasi Mobilisasi Sosial bagi Organisasi Masyarakat dan TP PKK di Aula Bappeda, Rabu, (19/11/2014).

Kegiatan dihadiri oleh Pimpinan Organisasi Masyarakat, Perwakilan Kecamatan, Puskesmas, dan organisasi Kewanitaan dan Kepemudaan.

Ia menandaskan memberikan ASI saja pada usia 0-6 bulan kepada Bayi nya itu adalah hak dasar anak, Bapak dan Ibunya sebagai Pemegang hak memiliki kewajiban untuk memberikan haknya yaitu berikan ASI saja kepada bayinya, jika fakta di lapangan ditemukan hasil cakupan dibawah anjuran WHO dan Nasional, ini artinya masih banyak orang tua yang belum memberikan hak dasarnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Konselor ASI Brebes Ani Puji Rahayu AMDKeb yang menyatakan makanan terbaik bagi bayi 0-6 bulan hanya ASI saja, tidak ada yang bisa menandingi kandungan nutrisi dan manfaatnya dampak pendek dan panjangnya, jika kondisi saat seorang perempuan tidak mampu memberikan ASI Eksklusif ternyata bisa memberikan dampak psikologis yang lebih kompleks.

“Ada perasaan bersalah, takut, sedih, menyesal dan gagal karena tidak bisa menjadi sosok ibu ideal seperti yang dituntut dalam masyarakat,” tuturnya.

Selanjutnya, Rima dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menjelaskan strategi terbaik bagi Kabupaten/kota dalam menghasilkan generasi yang akan datang menjadi sehat, cerdas, ceria yaitu memastikan adanya komitmen yang kuat untuk Pemerintah daerah dalam mengkampanyekan Gerakan Nasional Sadar Gizi melalui intervensi 1000 awal hari awal kehidupan.

“Gizi 1000 hari kehidupan itu gizi yang diberikan selama 9 bulan ibu hamil atau 270 hari dalam kandungan, serta pada 2 tahun pertama pertumubuhan anak atau selama 730 hari,” jelasnya.

Dirinya menambahkan masalah kurang gizi ini bukan hanya karena kurangnya pangan, tingginya tingkat kemiskinan dan memburuknya perekonomian. Tetapi juga masalah sanitasi yang buruk, pemberdayaan perempuan, fasilitas umum yang buruk, kurangnya konsumsi garam beryodium, bahkan pemberian ASI eksklusif dan imunisasi yang tidak dilakukan seorang ibu kepada anaknya. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi