BrebesNews.Co 19 November 2014 Read More →

BBM Naik, Tarif Sementara Angkutan Ditetapkan Naik 10 – 20 Persen

angkutan

Ilustrasi angkutan penumpang

BREBESNEWS.CO -Menyusul kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah per tanggal 18 November, yakni untuk premium menjadi 8500 rupiah, dan solar 7500 rupiah, berimbas pada tuntutan kenaikan tarif angkutan.

Berdasarakan kesepakatan antara Organda Kabupaten Brebes, perwakilan awak angkutan, Dinas Perhubungan Kominukasi dan Informatikan (Dishubkominfo) Pemkab Brebes dan perwakilan provinsi, untuk Sementara,Tarif angkutan umum jenis Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Angkutan Pedesaan (Angkudes) di Kabupaten Brebes ditetapkan rata-rata 10-20 persen.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kabupaten Brebes Mayang Sri Herbimo, Rabu (19/11/2014) dikantornya.

Mayang menjelaskan, dari kenaikan tarif sementara antara 10-20 persen itu, berarti secara nominal rata-rata tarif angkutan AKDP dan angkudes naik sebesar Rp 1.000 – Rp 2.000. Misal, untuk tarif angkutan elf tujuan Tegal-Losari dan Tegal-Ketanggungan naik antara Rp 1.000 – Rp 2.000, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ketentuan tersebut juga berlaku untuk jenis Angkudes.

“Tarif sementara ini sudah berlaku mulai hari ini (kemarin-red), namun atas kesepakatan dalam pertemuan awak angkutan akan mulai normal beroperasi besok (hari ini-red),” terangnya.

Menurut dia, tarif sementara yang telah disepakati itu nantinya akan diuji di lapangan. Sebab, kenaikan itu berasal dari usulan awak angkutan dan Organda. Nantinya di lapangan akan disesuaikan dengan permintaan masyarakat, sehingga akan ketemu tarif yang pas.

“Kenaikan tarif ini terjadi karena imbas dari kenaikan BBM. Selain kenaikan BBM, pertimbangan kami lainnya untuk menentukan besarnya kenaikan di antaranya faktor suku cadang, oli dan ongkos produksi,” ungkapnya.

Mayang menegaskan, kenaikan tarif sementara angkutan tersebut belum sebagai harga mati. Sebab, masih akan dilakukan pembahasan lebih lanjut. Nantinya, juga ditetapkan tarif batas atas dan batas bawah. “Jadi tarif ini belum harga mati, masih bisa berubah karena masih kami godog,” tandasnya. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi