BrebesNews.Co 4 November 2014 Read More →

Di Brebes, Tahun 2014 Terdapat 17 Kasus Kekerasan Anak

ENi Sulistiana saat memberikan pemaparan tentang Peraturan daerah no4 tahun 2014

ENi Sulistiana saat memberikan pemaparan tentang Peraturan Daerah no 4 tahun 2014

BREBESNEWS.CO – Guna mencegah segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak dalam semua situasi kehidupan anak, Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi Peraturan daerah no 4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan perlindungan anak, Selasa (04/11/14) di Aula Kecamatan Bumiayu.

Eni Sulistiana, selaku Kasubid Perlindungan Perempuan dan Anak BKBPP Kabupaten Brebes menyampaikan bahwa, berdasarkan data BKBPP Kabupaten Brebes pada semester pertama tahun 2014 tercatat sekitar 17 kasus anak yang menjadi korban kekerasan baik kekerasan fisik, psikis, seksual dan ekonomi.

“Dengan jenis kekerasan yang dialami diantaranya kekerasan Fisik 0 persen, Psikis 0,11 persen, Seksual 58,82 persen dan Penelantaran 0,058 persen, trafiking 23,52 persen,” ungkap Eni

Akan tetapi menurut Eni jumlah angka ini terbilang menurun dibandingkan pada tahun 2013, dimana telah tercatat sekitar 41 kasus anak yang menjadi korban kekerasan.

“Data ini belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih banyak yang belum berani lapor,” tambahnya.

Sepanjang tahun 2013 hingga 2014 untuk jumlah kasus kekerasan anak ini, didominasi oleh kekerasan anak dari segi seksual baik dilakukan orang dewasa terhadap anak maupun anak terhadap anak dan ini sungguh sangat memprihatinkan.

“Oleh karenanya sosialisasi Peraturan Daerah no 4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan perlindungan anak sangatlah penting diberikan kepada masayarakat umum,” ujar Eni.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi Perda no 4 tahun 2014 tentang penyelenggaraan perlindungan anak, bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hal ini demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.

“Harapannya melalui sosialisasi ini, mampu meningkatkan peran serta anak dan masyarakat dalam upaya pencegahan,pengurangan risiko dan penanganan terhadap segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah terhadap anak,” pungkas Eni.(*)

Faqih Wirdani, Bumiayu
Editor : AFiF.A

Posted in: Serba Serbi, Sosial