BrebesNews.Co 9 November 2014 Read More →

Idza : Wisudawan STAI Brebes Harus Jadi Pelopor Pengembangan Diri

WISUDA STAIB1

Wisudawan STAI Brebes Angkatan ke-VIII

BREBESNEWS.CO – Dengan momentum wisuda hendaknya menjadi pelecut menuangkan ide kreatif dan jiwa entrepreneurship, sehingga memiliki nilai lebih untuk kemaslahatan masyarakat dalam artian menjadi pelopor bagi pengembangan diri sendiri, orang tua dan masyarakat.

Menjadi pelopor, lanjutnya, tidak berarti setelah lulus sarjana kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri. Bupati berpesan jangan terlalu berharap menjadi Pegawai meskipun itu suatu hak pribadi masing-masing dalam mendapatkan pekerjaan. Tetapi yang lebih utama adalah bagaimana bisa memanfaatkan dan mengamalkan ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi orang lain.

Demikian sambutan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE melalui Wakil Bupati Brebes Narjo pada wisuda Sarjana (S1) angkatan ke-8 Sekolah Tinggi Agama Islam Brebes (STAI-B) di Convention Hall Rita Super Mall Kota Tegal, Sabtu (8/11).

Sementara dalam bidang agama, ilmu yang didapat kata Bupati, sangat dinanti penerapannya untuk pembangunan Kabupaten Brebes. Terutama pembangunan moral, yang akhir-akhir sudah mulai terdegadrasi. Terbukti, dengan ekses negatif kelahiran teknologi informasi telah merubah peradaban bangsa. Konten-konten negative yang ditawarkan oleh jejaring sosial dan tingginya penyalahgunaan Narkoba telah menjadi keprihatinan bersama.

“Semangat keagamaan yang tinggi dari para Sarjana lulusan STAI Brebes diharapkan mampu membawa kesejukan hati dan jiwa gotong royong yang tinggi untuk menolak efek negative dan penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

Prof Muhaimin mengatakan, kehadiran STAIB menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Brebes khususnya yang merupakan daerah religius, dan daerah sekitar. Dengan wisuda ini berarti memberi kontribusi nyata kepada masyarakat, bangsa dan Negara karena telah melahirkan sosok insan yang berpendidikan tinggi. Diharapkan menjadi pendidik yang memiliki predikat ulama intelektual dan intelektual ulama.

Dengan wisuda, kata Profesor, menjadi momentum rasa syukur kepada Allah SWT usai menempuh kegiatan akademik di perguruan tinggi. Juga untuk mensosialisasikan progress report STAIB selama tahun akademik dalam mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi. “Sebagai bakti kepada Negara, yang lebih utama dari perguruan tinggi adalah merealisasikan Tri Darma Perguruan Tinggi,” tuturnya.

Prof Muhaimin juga merasa bangga karena pada bulan September lalu STAIB telah mendapatkan SK dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) kalau Prodi PAI mendapat predikat Terakreditasi B.

Selain prodi PAI, lanjutnya, STAIB juga telah membuka prodi Hukum Ekonomi Syariah dan Bimbingan Konseling Islam yang pada saat ini memasuki tahun kedua. “Target kami, STAIB akan menjadi Institut atau Univesitas Islam dengan 3 jurusan dan 6 prodi,” tekadnya.

Diyakininya, STAIB mampu merespon dan memberikan jawaban terhadap tantangan zaman terutama dalam melahirkan sarjana pendidikan yang professional. Apalagi dengan kelahiran Undang-Undang Dosen dan Guru No 14 Tahun 2005 yang menyebutkan guru dan dosen mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan nasional. “Kami yakin, STAIB banyak peminatnya, terbukti sekarang saja mahasiswanya mencapai 675,” ungkapnya.

Dalam pengabdian masyarakat, masih kata Prof Muhaimin, mahasiswa KKN STAIB juga mampu menjadi pendamping Pos Daya berprestasi. Para Mahasiswa KKN STAIB telah mengantarkan Pos Daya Nusa Indah Lamaran Sitanggal Brebes menjadi juara harapan 3 Provinsi Jawa Tengah. “Dengan bimbingan 76 dosen yang berpendidikan S2 dan Doktor, bakal mencetak generasi berkualitas,” tandasnya.

Terpilih sebagai wisudawan terbaik Warsono dengan nilai 3,65, terbaik 2 Elis Rini Purwati (3,53) dan terbaik 3 Nurhasan (3,50) semua dengan predikat Cumlaude. (ILMIE)

Posted in: Kampus