BrebesNews.Co 5 November 2014 Read More →

Kembali, SMAN 1 Bantarkawung Dibobol Maling

Petugas yang tengah melakukan cek TKP

Petugas yang tengah melakukan cek TKP di ruang Lab Musik SMAN 1 Bantarkawung usai di bobol maling

BREBESNEWS.CO – SMAN 1 Bantarkawung di bobol maling dimana sedikitnya puluhan aset sekolah berupa alat-alat elektronik senilai puluhan juta rupiah raib digondol maling. Demikian diungkapkan kepala sekolah SMAN Bantarkawung melalui Waka Kesiswaan M Yunus SPd saat ditemui BREBESNEWS.CO, Rabu siang (05/11/14).

Menurut Yunus, Kasus pencurian aset-aset sekolah ini bukan kali pertama terjadi, akan tetapi sudah ketiga kalinya terjadi di SMA Negeri 1 Bantarkawung. Dari data yang telah dihimpun sekolah diketahui bahwa aset-aset sekolah yang telah dicuri itu diantaranya 4 buah gitar listrik, 1 set sound sistem, 13 unit komputer dan 17 layar LCD.

“Atas kejadian itu, kami telah menghubungi pihak kepolisian dan melaporkan kasus pencurian yang terjadi di SMA Negri Bantarkawung. Mudah-mudahan setelah hari ini dilakukan cek TKP oleh pihak kepolisian, kami berharap pelakunya segera tertangkap,” ujar Yunus.

Berdasarkan keterangan Budiyanto (37) sang tukang kebun SMAN 1 Bantarkawung, Selasa pagi (4/11/2014) seperti biasanya setiap pagi dia selalu melakukan pengecekan kondisi lingkungan sekolah mulai dari depan hingga belakang. Namun ada kejadian yang tidak biasa saat mengecek tempat lab musik. Sekitar pukul 04.55 Wib, dirinya mendapati ruangan lab musik telah kosong dengan pintu yang sudah terbuka.

“Saat saya melihat isi ruang lab musik, saya langsung curiga karena 4 gitar dan sound sistemnya sudah tidak ada ditempatnya. Kemudian saya langsung cek ke ruang lab komputer dan ternyata 13 unit komputer serta 17 layar LCD juga telah hilang. Langsung saja saya telpon kepala sekolah guna melaporkan kejadian itu, ” tutur Budiyanto.

Diduga pelaku pencurian aset-aset sekolah tersebut terdiri dari 6 orang, karena berdasarkan cek TPK oleh pihak kepolisian ditemukan 6 bungkus makanan disebuah gubuk yang tak jauh dari sekolah dan gubuk tersebut diduga sebagai tempat berkumpulnya kawanan maling itu.

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mengamankan beberapa barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut. (*)

Faqih Wirdani, Bumiayu
Editor : AFiF.A

Posted in: Kriminal