BrebesNews.Co 4 November 2014 Read More →

Ngapusi, Pelaksana Tol Pejagan-Pemalang Tidak Hadiri Sosialisasi

hhh

Pelaksana jalan tol Pejagan-Pemalang saat pencanangan akan dimulainya proyek beberapa waktu lalu

BREBESNEWS.CO -Sosialisasi proyek tol Pejagan-Pemalang yang berlangsung di Kantor Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Selasa (4 /11/2014)mengundang pertanyaan warga setempat yang diundang dalam kegiatan tersebut.

Pasalnya, dalam sosialisasi itu pihak pelaksana tol Pejagan-Pemalang dianggap warga Desa Sidamulya ingkar janji, lantaran tidak menghadiri kegiatan yang dihadiri oleh aparat Polsek Wanasari dan Kepala Desa (Kades) Sidamulya serta sejumlah aparat pemerintah Desa Sidamulya, termasuk Babinsa Koramil Wanasari.

Awalnya, warga yang diundang pihak Perwakilan PT Waskita Toll Road untuk sosialisasi,Namun, acara yang semestinya dimulai pukul 13.00 wib ini, baru berlangsung pukul 14.30 wib. Akan tetapi, hingga waktu menunjukan pukul 15.00 lebih, ternyata pihak Perwakilan PT Waskita Toll Road tak juga kunjung datang.

Disisi lain, sosialisasi yang semestinya dijelaskan kepada Warga mengenai dampak proyek tol dan ganti rugi belum dilakukakan. Alhasil, acara yang sebelumnya berjalan dengan baik mendapat protes dari sejumlah warga, termasuk aparat/pamong desa setempat.

Seperti yang dikatakan Wawan, salah satu warga desa setempat. Wawan menyayangkan sosialiasi yang dilaksanakan oleh pihak desa dinilai tidak mengenai sasaran. Diapun menanyakan kepada pihak desa, ada berapa rumah warga yang sebenarnya terkena dampak proyek tol, kemudian rumah warga yang mengalami retak-retak akibat getaran paku bumi imbas dari proyek tol di desanya.

Hal senada juga disampaikan warga Desa Sidamulya lainnya,Anton (46) berharap kepada pihak desa agar sosialisasi tepat sasaran dan tidak PHP alias Pertemuan Tidak Palsu. Dia juga berharap agar pihak desa tidak menutup-nutupi, nilai ganti rugi warga, jika sudah diberikan oleh PT Waskita Toll Road, khususnya mengenai rumah warga yang terkena proyek bebas hambatan tersebut. Permasalahan lainnya, yakni mengenai nilai ganti rugi lahan makam di desanya yang dilakukan oleh P2T.

“Sebab, sampai sampa saat ini pihak desa tidak menjelaskan secara rinci nilai ganti ruginya, termasuk lahan makam baru yang telah disiapkan,” kata Anton.

Sementara dari perwakilan aparat desa setempat, Basuni mengaku juga sangat menyayangkan dengan pihak PT Waskita Toll Road , yang sudah berusaha untuk jemput bola, namun tidak hadir dalam kegiatan ini.

“Padahal ada sejumlah persoalan warga desanya akibat dampak proyek tol yang dimulai sejak September kemarin. Dia mencontohkan, sejumlah persoalan itu antara lain, mengenai dua akses jalan desa yang ditutup akibat proyek tol. Yakni akses jalan dan saluran irigasi menuju sungai pemali Desa Pulosari, Kecamatan Brebes,” tutur Basuni.

Basuni menyatakan sampai saat ini dua akses jalan dan saluran irigasinya tidak segera dibangun. Kalau tidak segera dibangun, maka desa kami terancam banjir, apalagi ini sudah mulai memasuki musim hujan.

“Warga desa kami sangat khawatir sekali. Jangan salahkan kami, jika nantinya warga desa kami berbuat yang tidak semestinya diingnkan oleh pihak tol,” kata Basuni.

Kapolsek Wanasari, AKP Wagito, yang ikut hadir dalam sosialiasi tersebut nampak tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan sosialisasi mengenai dampak proyek tol. Namun demikian, pihaknya mengaku siap menampung segala aspirasi warga Desa Sidamulya, seperti jauh hari yang suda pernah disampaikan dalam forum atau pertemua semacam ini. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi