BrebesNews.Co 2 November 2014 Read More →

“Pemuda Hari Ini Pemimpin Masa Depan”

rozak

Oleh : Muhamad Fathu Rozak

Masa muda adalah masa yang sangat penting dan masa yang paling berharga. Generasi muda merupakan rahasia kekuatan suatu umat, tiangnya kebangkitan, kebanggaan dan kemuliaan. Di atas pundak merekalah masa depan umat terpikul, karena pemuda memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari segi keberanian, kecerdasan, semangat, maupun dari kekuatan jasmaninya.

Bung karno berkata:”beri aku seribu orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya dan berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Pepatah arab mengatakan: “Syubhanul yaom, rijalul ghad” artinya: pemuda hari ini pemimpin masa depan. ungkapan ini menunjukan dan mempertegas bahwa pemuda adalah sumber kekuatan karena mempunyai potensi yang dapat menciptakan keadan yang lebih baik. Baik dari segi fisik maupun pemikiranya.

Diskursus mengenai pemuda dan peranannya di dalam membangun bangsa sebagai kalangan yang digugat sepanjang sejarah , seperti dikatakan oleh pendiri bangsa indonesia, bung karno; beri aku seribu orag tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya berilah aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” pepatah arab, “pemuda hari ini pemimpin masa depan” ini sebetulnya sebuah tuntutan dan tantangan yang harus dijawab oleh pemuda dan tidak boleh ditawar-tawar.

Secara tidak langsung kata – kata ini pun tampak sudah mendarah daging dalam segala bentuk perjuangan pemuda dimanapun ia berada. Ketika pemuda memulai perananya, berkarya, berkorban dan berjuang dalam rangka mengaktualisasikan potensinya sebagai warga negara, negara pun memberikan ruang baginya untuk mengabdikan diri sebagai “pelayan negara”.

Semangat perjuangan pemuda selalu hidup dan menghidupkan romantika perjuangan dan juga perubahan di segala penjuru dunia. Pemudalah yang menggagas perubahan, memecahkan kebuntuan, dan menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi pada umat, bangsa bahkan dunia. Kata “pemuda” (baca: kamus besar bahasa indonesia ) akan membuat orang berfikir tentang semangat yang membara, energi yang berlebih, kekuatan yang tiada habisnya, inovatif serta daya kreasi yang tak pernah henti. Dan generasi untuk kepemimpinan dimasa depan.

Sejarah mencatat ini dengan baik, bagaimana pemuda tangguh bernama Christopher Colombus menembus samudra atlantik dan menemukan benua Amerika yang kini bahkan menjadi pemimpin peradaban dunia. Atau bagaimana seorang Aung sang Suu Kyi, seorang pejuang demokrasi di Myanmar, berjuang dengan penuh kegigihan dan kesabaran tak kenal lelah memperjuangkan hak – hak bagi rakyat Myanmar yang ia cintai. Serta banyak lagi fakta yang membuktikanya.

Tercatat banyak negara dapat bangkit dari keterpurukan berkat etos kerja dan semangat pemudanya. Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17 agustus 1945 adalah buah dari kerja keras seperti Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh yang berhasil mendesak Soekarno – hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan ditengah keadaan

Indonesia saat itu sedang dalam Vacuum of power atau kekosongan kekuasaan. Salah satu contoh lain adalah revolusi kuba tahun 1954 hingga 1956, ada 2 tokoh pemuda yang menjadi tokoh utama dan pergerakan revolusi tersebut. Pertama adalah Fidel Caastro yang kemudian menjadi presiden setelah revolusi. Kedua adalah Che Guevara, tokoh muda revolusioner yang secara langsung memimpin dan menjadi komandan tentara gerakan revolusi dan pada ahirnya kedua tokoh itupun kemudian menjadi tokoh dunia yang selalu dikenang sejarah.

Bila kita mencari pada mesin pencari yang ada di internet “pemuda berpengaruh” atau “influential young person”, maka catatan dunia maya akan mengarahkan kita pada daftar pemuda yang dengan kemampuan membaca peluang dan inovasinya mampu memberikan kontribusi nyata kepada dunia seperti Mark Zuckerberg ( Pendiri Facebook ), Jack Dorsey ( pendiri twiter ). Mereka adalah pemuda-pemuda berpengaruh “Versi moderen” yang dengan segala kemampuanya ber inovasi dan memberikan manfaaat bagi orang lain. Kesamaan dari pemimpin dunia maya ini adalah bagaimana mereka mampu membaca kecenderungan manusia dimasa mendatang. Dan tentunya manfaatnya bisa kita rasakan sampai saat ini.

Ciri –ciri seperti inilah yang barang kali perlu dimiliki oleh pemuda Indonesia saat ini dan masa mendatang. Disaat negeri ini kokoh dalam keunggulan komparatif seperti sumber daya alam yang hampir tidak terbatas. Negri ini justru lemah dalam keunggulan kompetitif yaitu kekuatan sumber daya manusianya.

Ada sebuah uraian yang menarik dan layak untuk kita simak dari buku, Make a History or Become a History, kita bisa bangkit dan bersama membuat sejarah namun kita juga bisa diam dan hanya menjadi sejarah.

Pilihan ada ditangan kita wahai pemuda, maka bergeraklah, bangkitlah, jadilah pemimpin dimasa depan, singsingkan lengan baju dan tingkatkanlah potensi kalian dan jadilah pemuda pilihan, tidak ada yang menghalangi kalian untuk bersenang-senang. Namun jangan biarkan kesenangan itu menenggelamkanmu dari tugas muliamu, buatlah sejarah seperti pendahulu kita yang namanya tetap harum meski mereka telah tiada dan menjadi panutan meski kita tidak pernah berjumpa.
Yakin usaha sampai.

(Penulis adalah pemuda dari Desa Dawuhan, Sirampog Brebes. tercatat sebagai Mahasiswa Pascasarjana institut PTIQ JAKARTA).

Posted in: Opini