BrebesNews.Co 3 November 2014 Read More →

Saat Anak Bupati Jadi Wartawan

elshinta 1

Elshinta (kiri) anak Bupati Brebes saat mewawancarai Atmo Tan Sidik Kabag humas yang juga sebagai maestro kebudayaan

BREBESNEWS.CO -Belajar di waktu kecil, ibarat mengukir di atas batu sedang belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air. Barangkali pepatah tersebut tepat bagi Elshinta Nafisah dalam menekuni dunia jurnalistik. Terbukti Shinta yang juga anak Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE tersebut menekuninya sejak dini sebagai wartawan cilik (warcil).

“Saya senang melihat ibu dicecar pertanyaan wartawan, maka saya pengin menggeluti dunia wartawan,” tutur Shinta usai mewawancarai Sang Maestro Budaya Drs Atmo Tan Sidik saat bertandang di MTs Negeri Model Brebes, Senin (3/10/2014).

Menurut Shinta yang kini duduk di kelas VIII Excelent, menjadi wartawan penuh dengan tantangan. Tantangan itu datang ketika mencari, menulis maupun mengirim berita. “Saat saya mau wawancara Pak Atmo saja, hatiku deg-degan. Tapi aku paksa-paksakan. Eh… ternyata bisa ngomong juga,” tuturnya lincah.

Dengan berbekal handphone sebagai alat perekam suara, Sinta bersama tim warcil menanyakan kepemudaan, termasuk perihal kesuksesan Atmo pada masa muda. Hasil wawancaranya, akan ditulis pada majalah sekolahnya Al Fikri yang bakal terbit pada akhir November.

Shinta menanyakan apa saja yang telah diraih Pa Atmo pada masa mudanya? Atmo menjawab kalau dirinya selalu mendapatkan rangking terbaik saat ujian Negara. Menang pada lomba puisi noktah titian sorban putih, mengikuti seleksi pemuda pelopor pembangunan tingkat provinsi. Pemenang lomba penulisan BKKBN Jogja, menjadi Kepala Desa termuda dan teladan tingkat kawedanan, dan lain-lain.

“Terakhir, baru-baru ini saya mendapatkan anugerah Maestro Pelestari Budaya dari Mendiknas,” tutur Atmo.
Dalam pandangan Atmo, remaja yang masih duduk dibangku sekolah juga banyak yang berprestasi. Wujudnya bisa berupa menang dalam suatu lomba maupun kegiatan lainnya. “Kalau anak-anak sudah bisa menjadi yang terbaik untuk dirinya, orang tua, guru dan masyarakat berarti remaja atau pemuda itu telah berprestasi.

Pembina Majalah Al Fikri Abdul Syukur SPd menjelaskan, keterlibatan anak-anak MTs dalam mengelola majalah sekolah bisa menjadi pembelajaran yang sangat berharga dalam dunia jurnalistik.

“Pembelajaran wawancara, menulis, memotret sebagai dasar-dasar jurnalistik sangat perlu diberikan sejak dini sebagai bekal profesionalisme menjadi insan pers kelak,” terangnya. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan