BrebesNews.Co 12 November 2014 Read More →

Warga Wlahar Larangan Buat WC dengan Sistim Arisan

p

Contoh WC yang dibuat dari hasil uang arisan di Dusun Wlahar Kecamatan Larangan

BREBESNEWS.CO – Jamban atau WC merupakan fasilitas yang sangat di butuhkan di lingkungan rumah tangga. Sanitasi mempunyai peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Apabila sanitasi di lingkungannya baik tentu akan berdampak pada kesehatan masyarakat akan lebih terjaga.

Di Desa Wlahar Kecamatan Larangan sendiri untuk keluarga yang sudah tersedia WC di rumahnya hanya 20%. Artinya 80% masyarakat Wlahar tidak punya Jamban atau WC. Masyarakatnya masih mengandalkan sungai dan persawahan untuk di jadikan tempat buang hajat atau buang air besar (BAB).

Prihatin dengan keadaan inilah, Sumyati (30) salah seorang warga tergerak untuk menjalankan program pembuatan jambanisasi dengan sistem arisan. Arisan untuk membuat jamban atau WC yakni dengan sistim iuran perbulan sebesar Rp.150.000. Di Dusun Wlahar arisan WC diikuti 12 orang keluarga.

“Setelah uang arisan WC sebesar Rp.150.00 terkumpul akan di koclok. Bila salah satu keluarga namanya keluar dia akan mendapat giliran mendapat pembangunan WC di rumahnya,” terang Sumyati, Rabu, (12/11/2014).

Ibu 2 anak ini mengungkapkan dirinya mempunyai inisiatif karena banyak masyarakat Wlahar yang sebetulnya ingin punya WC di rumahnya tetapi tidak punya dana yang cukup,makanya di inisiasikan dengan sistem arisan

“Sebetulnya banyak yang pengin punya WC tapi kan modalnya tidak ada makanya jalan keluarnya melalui arisan itu,” tambahnya
Sampai sekarang yang sudah ikut arisan sudah mencapai 4 kelompok dari berbagai dusun.

Kepala Dusun Wlahar Suntoro (34) saat di temui di rumahnya mengatakan sekarang masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya jambanisasi di tiap rumahnya. Hal ini setelah diadakannya sistim arisan masyarakat jadi tidak merasa keberatan.

Di bulan Januari tahun 2014 tambah Suntoro permintaan pembuatan jambanisasi sangat meningkat tajam di masyarakat di Dusun Wlahar, hingga saat ini peningkatan itu di prakiraan mencapai 5 %

“Permintaan pembuatan WC oleh warga cukup bagus, sekitar 5 prosen lah. Ini menunjukan kesadaran warga akan pentingnya WC untuk kesehatan keluarga,” ujar Suntoro.

Sementara itu pembuat WC Raji (55) yang juga salah satu aparat desa di Dusun Kedung Abad mengungkapkan bahwa program ini (arisan WC-red) di maksudkan agar masyarakat di Desa Wlahar Kecamatan Larangan yang ingin mempunyai WC dengan modal terbatas namun bisa membuat WC dengan cara bergilir.

“Program yang saya dapatkan pada saat pelatihan jambanisasi supaya warga Wlahar yang ingin punya WC tapi dengan biaya murah sekitar 1 juta rupiah,” tandas Raji (*)

Berita kirman Eko Dardirjo, KPMDB Jakarta
Editor : AFiF.A

Posted in: Serba Serbi, Sosial