BrebesNews.Co 6 December 2014 Read More →

Alasan Agama Menjadikan Masyarakat Brebes Tidak Ikut KB

KB

Gambar ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Alasan di masyarakat tidak ikut Keluarga Berencana, sebagaian beralasan karena faktor agama. Namun kecenderungan sebenarnya mereka belum memahami betul arti pentingnya menggunakan alat kontrasepsi, ini menjadi tugas bagi petugas PLKB untuk memaksimalkan.

Demikian dikatakan Drs. Makmun selaku kabid promosi KB dan Kesehatan Reproduksi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan. di sela-sela kegiatan Rapat koordinasi di Kantor BKBPP, Jum’at, (5/12/2014).

Makmun menjelaskan pentingnya mengikuti Keluarga Berencana, karena KB adalah suatu program yang dicanangkan pemerintah dalam rangka mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Setiap keluarga yang mau ikut KB diperbolehkan bebas memilik alat kontrasepsi yang sesuai dengan keinginannya, ada 7 alat kontrasepsi yang selama ini dikenalkan yaitu IUD dilayani di rahim perempuan, MOW metode operasi wanita yaitu sterilisasi bagi perempuan, MOP metode operasi pria yaitu stereilisasi untuk pria,  implant di pasang di lengan kiri khusus perempuan, KB suntik khusus perempuan dan PIL juga untuk perempuan, dan ada alat yang lain yaitu Kondom untuk Pria.

Dari jenis kontrasepsi paling tidak diminati saat ini adalah MOP, metode operasi pria, di kenal dengan vasektomi, karena ada anggapan di masyarakat ini metode pengebirian, padahal menurutnya alat ini bukan untuk mengebiri karena pada saat operasi hanya saluran sperma yang diikat, jadi bukan di kebiri, ungkapnya.

Sementara berdasarkan data terakhir di BKBPP peserta KB aktif itu sudah diatas 75% ini artinya masih ada tugas ke depan untuk mencapai cakupan 100%, berarti di masyarakat masih ada 25% yang tersebar di 17 kecamatan belum ikut KB, diperkirakan sekitar 11.000 orang lagi.

“Ke depan Untuk tahun 2015 rencana ke depan, berupaya menggandeng semua unsur, karena program KB tidak hanya di lakukan oleh Petugas KB, tapi jejaring lintas sektoral jelas sangat dibutuhkan, terutama kemitraan dinas ksehatan, TNI, Kepolisian dan dari unsur yang lain,” jelas Makmun (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi