BrebesNews.Co 14 December 2014 Read More →

As Syeh Wa’li Ibnu Duwailah, dari Al jazair : Tebarkan Perdamaian dan Cinta Demi Kebaikan

idul khotmi

Idul Khotmi yang dihadiri para Syeh dari beberapa negara diantaranya dari Al-Jazair dan London Inggris

BREBESNEWS.CO – As Syeh Wa’lah dari Al Jazair mengajak kepada para ikhwan (anggota) tarekat Tijaniyah agar selalu menebarkan perdamaian di muka bumi ini. Pasalnya, sudah menjadi ketentuan Allah SWT dan Rasulullah yang dicontohkan lewat pembangunan Masjid. Di dalam masjid itu merupakan perwujudan pengabdian sebagaimana yang digambarkan lewat sholat berjamaah dan aktivitas islam lainnya.

“Nabi telah memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya untuk menebarkan kedamaian, cinta dan menasehati demi kebaikan bersama,” tutur Wa’li dari Al Jazair saat mauidlatul khasanah pada peringatan Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad Tijani RA yang ke-222 di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (14/12/2014).

Seluruh Ikhwan, lanjutnya, adalah sahabat dan menjadi saudara yang pantang dengan kedengkian, permusuhan. Tapi harus saling menjaga kedamaian, persatuan dan kesatuan dengan bimbingan seorang guru. “Jauhi permusuhan karena kita menjadi satu badan dalam satu Islam dan Tareqat Tijaniyah, seperti penyebaran Islam dengan kedamaian demikian juga Tareqat Tijaniyah,” tandasnya.

Hal serupa disampaikan As Syeh Prof Dr Rodi Genun dari Prancis, yang menyatakan At Tijaniyah selalu menebarkan kasih sayang tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada binatang. Kasih saying menunjukan pada ketinggian ahlak, seperti ahlak Nabi Muhammad SAW yang bagaikan lautan tidak bertepi. “Ahlak Nabi bagai lautan tak bertepi, ahlak yang yang mulia,” tambahnya.

Ketua Panitia Idul Khotmi ke-222 Afifullah mengatakan, penyelenggaraan teradisi perayaan ini menelan dana sekitar Rp 600 juta. Meskipun hanya bermodalkan semangat akhirnya bisa terpenuhi yang dating datang berbagai penjuru mata angin.

“Kami tidak mengira akhirnya Idul Khotmi bisa sukses atas rejeki yang tidak terduga-duga,” terangnya.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan selama tiga hari, kata dia, berupa Halalah (dzikir rutin Tarekat Tijaniyah pada Jumat sore di Masjid Mujahidin Jatibarang Kidul, Mushola Baitussaadah di Jatibarang Lord, dan di Zawiyah Kemiriamba.
Pada Sabtu (13/12) ada halaqah (seminar) Muqodam di gedung Serbaguna Al Ittihad, seminar penanggulangan ISIS bagi pengikut Attijaniyah di Pesantren Darrusalam Jatibarang Kidul. Terus khalwat (dzikir), Manaqib Qubro dan istighosah di Masjid Al Ittihad di Jatibarang Lor. Juga digelar Parade Rebana 23 grup dan atraksi Ikatan Motor Banser Indonesia (IMBI).

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengaku sangat bangga dan gembira karena Kabupaten Brebes telah kedatangan para ulama besar dari seluruh penjuru dunia. Kedatangan mereka diharapkan bisa menambah keteguhan hati masyarakat Brebes dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Untuk itu dia meminta rakyat Brebes, Pemimpin Indonesia dan Brebes selamat dari berbagai marahabaya dan rakyat Brebes makin sejahtera.

Muqaddam Tijaniyah KH Syekh Soleh Basalamah menjelaskan, Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad At-Tijani adalah tradisi tahunan yang biasa diadakan sebagai perayaan murid Tijaniyah. Tradisi tersebut dilaksanakan dalam rangka hari pengangkatan Syekh Tijani sebagai wali khatm atau al-quthb al-maktum.

Kegiatan yang diadakan setiap tanggal 18 Shafar tersebut, kata dia, merupakan puncak ijtima’ kaum Tijaniyah seluruh Indonesia. Dilaksanakan bersifat nasional berdasar restu sesepuh muqaddam tingkat nasional.

Sementara tempatnya bergiliran di tempat-tempat yang ada di Indonesia. “Bagi Jatibarang, mendapatkan tiga kali giliran, yakni 1984, 2008 dan 2014 ini,” imbuh Syeh Sholeh yang juga Pengasuh Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul.

Selain dihadiri para Muqaddam dan Masayih dari seluruh penjuru tanah juga terlihat As Syeh Sayid Tohar dari Maroko, As Syeh Muhammad Al Jakani (Maroko), As Syeh Prpf Umar Mas’Ud (Sudan), As Syeh Abdul Halim (India), As Syeh Hasan Ibnu Muhammad Al Jakkani (Maroko), Assyayidah (Hijaz), As Sayyidah Ba Aziz Ehwan (London), Dr Mazlam Nawaei (Malaysia) dan Pavontum Mannil (India).(ILMIE).

Posted in: Serba Serbi