BrebesNews.Co 12 December 2014 Read More →

Aset Tanah 5 Hektare Milik Desa Banjaran Kecamatan Salem Ditemukan

Kepala desa Banjaran kecamatan Salem saat menunjukan  lokasi untuk makam

Kepala Desa Banjaran Kecamatan Salem saat menunjukan tanah desa yang ditemukan untuk lokasi pengembangan makam seluas 5 hektare

BREBESNEWS.CO -Berawal dari sebuah keprihatinan akan kondisi makam yang kian padat, Kepala desa Banjaran kecamatan Salem berinisiatif melakukan pendataan ulang aset desa yang dimilikinya. Dari hasil penelusuran tersebut, ternyata desa bisa kembali menarik aset lahan yang semula digarap warga sebagai lahan pertanian.

Kepala desa Banjaran, M Nasaeihin Padilah mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran terhadap aset lahan milik desa Banjaran itu, lantaran tanah makam yang sedianya untuk menguburkan jenazah warganya telah sesak dan penuh.

Upaya pendataanpun dilakukan guna mencari lahan baru untuk makam. Alhasil setelah dilakukan pendataan akhirnya ada lahan seluas 5 Hektar yang berada di samping makam yang ternyata itu merupakan lahan milik desa.

“Awalnya Kami tidak tahu jika lahan perkebunan warga itu adalah aset milik desa, karena sebelumnya beberapa warga menanaminya dengan pohon keras,” kata Kades Nasaeih, Jumat (12/112/2014).

Menurut Nasaeih, Selama 6 periode masa jabatan kades di desa Banjaran, baru kali ini diketahui bahwa tanah seluas 5 hektar itu adalah milik desa. Upaya ini sebagai salah satu program pengembalian aset desa yang dikelola oleh warga masyarakat. Diakuinya, bahwa upaya pengembalian aset desa ini tidaklah mudah karena pihak desa harus melakukan pendekatan persuasif terhadap mereka yang menggarap lahan-lahan itu.

“Jika dihitung, hampir lebih dari 30 tahunan warga masyarakat disini menggarap lahan itu. Alhamdulillah setelah dilakukan pendekatan persuasif terhadap mereka para penggarap lahan, akhirnya mereka mau kembali menyerahkan lahan itu sebagai aset desa,” ungkap Nasaeih.

Kades menyampaikan, lahan seluas 5 hektar itu kedepan rencananya akan digunakan untuk memperluas makam dan pembangunan fasilitas desa lainnya, semisal lapangan volly ball, lapangan tenis, badminton dan fasilitas lainnya.

“Kamipun mempersilahkan bagi warga yang telah menggarap lahan itu untuk menikmati hasil tanaman mereka sebelum dilakukan pengembangan dan pembangunan makam serta fasilitas desa lainnya,” ujar kades.

Sementara sang penggarap lahan, Sumarno menyatakan, dirinya dan warga yang lain telah rela, karena bagaimanapun mereka menyadari bahwa lahan yang selama ini meeka garap bukanlah lahanmilik mereka tetapi lahan aset desa.

“Kami ikhlas jika lahan yang semula digarap kembali menjadi aset desa dan kami ucapkan terimakasih atas kelapangan kepala desa yang mempersilahkan hasil yang kami tanam itu kami ambil. Yang jelas kami setuju saja dengan progam kepala desa, toh itu juga demi kepentingan bersama,” tukas Sumarno.(*)

Faqih Wirdani, Bumiayu
Editor : AFiF.A

Posted in: Serba Serbi