BrebesNews.Co 20 December 2014 Read More →

Idza Tinjau Sungai Sigeleng Penyebab Banjir di Kelurahan Limbangan

bupati tinjau kali sigeleng 4

Bupati Idza saat meninjau gorong-gorong aliran sungai Sigeleng pembuatan jalan lingkar yang sempit sehingga mengakibatkan air melimpas dan merendam Kelurahan Limbangan Kulon dan Wetan

BREBESNEWS.CO – Banjir yang merendam areal tanaman bawang merah dan pemukiman di Kelurahan Limbangan Kulon dan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes akibat hujan deras kemarin mendapat perhatian serius dari Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE.

Bersama Staf Ahli Kesra Dra. Laely Mulyani dan Lurah Limbangan Wetan dan Limbangan Kulon serta SKPD terkait melihat langsung aliran sungai Sigeleng yang menyebabkan banjir di wilayah itu, Sabtu (20/12/2014).

Setelah mendengar paparan Lurah Limbangan Kulon dan Limbangan Wetan, Bupati langsung meninjau aliran sungai di atas Jembatan sungai Sigeleng yang dipenuhi tumbuhan eceng gondok.

Melihat kondisi sungai tersebut yang dipenuhi tumbuhan enceng gondok, Bupati langsung memerintahkan Dinas Pengairan dan ESDM untuk segera membersihan tanaman yang yang menutupi aliran sungai.

“Saya perintahkan langsung kepada dinas terkait untuk membersihan eceng gondok di atas aliran sungai Sigeleng pada hari ini juga,” tegas Bupati.

Pantauan dilanjutkan ke Desa Sigempol dan menyusuri jalan lingkar utara Brebes yang mangkrak dan menurut sejumlah warga sebagai salah satu penyebab banjir karena terdapat gorong-gorong yang menghambat aliran sungai.

Bupati melihat langsung gorong-gorong yang dibuat untuk kendaraan proyek Jalingkut pada waktu itu. Menurut Lurah Limbangan Wetan Sri Iriyani, SE banjir yang merendam pemukiman di Keluarahan Limbangan Wetan salah satunya karena rusaknya pintu air yang menghubungkan saluran air pemukiman dengan sungai Sigeleng.

Menurutnya, setelah Bupati Idza melihat langsung kondisi lapangan, akan segera dilakukan penggantian pintu air yang rusak secepatnya.

Pemukiman di Kelurahan Limbangan Wetan yang kemarin tergenang hari ini terpantau di beberapa titik dengan kondisi masih tergenang. Sebelumnya air merendam perkambpungan tersebut dengan tinggi air sedalam lutut orang dewasa.

Terlihat juga sejumlah petani bawang merah di Kelurahan Limbangan Kulon memanen dini tanaman bawang merahnya karena khawatir banjir semakin merusakan tanamannya.

“Tanaman bawang saya terpaksa di panen dini dengan umur tanam sekitar 40 hari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerugian yang besar. Padahal umumnya tanaman bawang akan di panen pada usia 60 hari,,” ujar Wasjud petani bawang merah asal Limbangan Kulon ini. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi