BrebesNews.Co 5 December 2014 Read More →

Disesalkan, Alih Fungsi Hutan Lindung Menjadi Lahan Pertanian

hutan lindung

Hutan lindung yang beralih fungsi lahan pertanian hingga tampak gundul di Brebes selatan

BREBESNEWS.CO – Sejumlah bencana alam baik berupa tanah lonsor, banjir dan kekirangan yang terjadi diwilayah Brebes selatan, diduga imbas dari beralihnya fungsi hutan menjadi lahan pertanian yang ada dikawasan hulu.

Ha ini seperti halnya yang terjadi di kawasan hutan lindung wilayah Banyumas timur yang meliputi wilayah Hutan Soka, Tugu Wesi, Nadem dan beberapa hutan lainnya yang rusak akibat alih fungsi. Demikian dikatakan ketua LSM Wahana Bumi Lestari, Muflikhin ST kepada BREBESNEWS.CO, Jumat (5/12/14) siang.

Padahal menurut Muflihin, wilayah tersebut selama ini, terdapat sumber mata air yang cukup besar dan aliran sumber mata air tersebut dimanfaatkan untuk air minum dan pertanian masyarakat sekitar yang meliputi 2 wilayah yakni Banyumas dan Brebes Selatan. Semisal tuk Nadem yang diperuntukan sebagai air baku PDAM IKK Paguyangan.

Disisi lain kekhawatiran tercemarnya sumber mata air akibat dari penanaman sayur mayur akan berdampak terhadap pencemaran mutu air, dimana pengunaan insektisida, pupuk, dan media tanam ini akan berdampak pada air yang terkontaminasi, sehingga air akan menjadi kotor, keruh dan membahayakan kesehatan bagi pengguna air.

“Oleh karena itu saya mengharapkan dinas terkait yakni perhutani Banyumas untuk melakukan langkah-langkah persuasif agar kerusakan tidak semakin bertambah parah, dengan jalan untuk menghentikan ambil alih lahan, selanjutnya mengembalikan tanaman keras yang telah ditebang dan sekaligus penanaman pohon di kanan kiri sungai,” ungkapnya.

Sejauh ini LSM Wahana Bumi Lestari tengah melakukan langkah-langkah guna memberikan pemahaman terhadap warga masyarakat yang menggarap lahan pertanian di kawasan hutan lindung tersebut.

Pihaknya sangat menyayangkan disaat pemerintah melalui perhutani, LSM Lingkungan Hidup dan dinas-dinas terkait baik dari kabupaten maupun provinsi Jawa Tengah melakukan langkah-langkah perbaikan.

“Disisi lain malah selama enam bulan terakhir terjadi adanya penjarahan hutan lindung tersebut,” sesal Muflikhin. (*)

Faqih Wirdani, Bumiayu
Editor : AFiF.A

Posted in: Serba Serbi