BrebesNews.Co 15 December 2014 Read More →

Kades Korupsi TPAPD Rp.500 Juta, Sekdes Igirklanceng Sirampog Bantah Terima Aliran Dana

kasus

Ilustrasi

BREBESNEWS.CO- Sekretaris Desa (Sekdes) Igirklanceng, Kecamatan Sirampog,  Sirodin, secara tegas membantah tudingan dirinya menerima aliran dana dari kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) tahun 2008 – 2014 senilai Rp 500 juta.

Tudingan menerima aliran dana hasil korupsi TPAPD itu dilontarkan tersangka Agus Wuryanto (47), mantan Kapala Desa (Kades) Igerklanceng yang kini ditahan Polres Brebes, atas kasus tersebut.

“Tidak benar sama sekali, apa yang disampaikan mantan kades itu fitnah dan tidak berdasar. Saya tidak menerima sepeserpun dana yang dimaksud,” tandas Sekdes Igirklanceng, Sirod, yang kini sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Kades Igirklanceng menggantikan tersangka, Jumat (14/12/2014).

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka kasus dugaan korupsi TPAPD Desa Igirklanceng, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Agus Wuryanto (47), mengaku uang hasil korupsinya itu dipakai untuk bersenang-senang di tempat hiburan.

Hal itu diungkapkan tersangka di depan penyidik Polres Brebes, dalam lanjutan proses pemeriksaan kasusnya, Jumat kemarin (12/12/2014).  Selain itu, tersangka juga mengaku uang hasil korupsi tersebut juga dibagikan ke Sekretaris Desa (Sekdes), dengan pembangian 60 persen Kades dan 40 persen Sekdes.

Sirodin mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu soal dana TPAPD tersebut. Setiap pencairan dana langsung dilakukan oleh mantan kadesnya. Bahkan, dirinya dan perangkat desa Igirklanceng tahun dana TPAPD sudah cair dari desa tetangga. Setiap ada pencairan, mantan kades tidak pernah memberitahukan.

“Yang bikin saya dan perangkat desa aneh, setiap kali ditanya soal dana TPAPD yang sudah cair, jawab mantan kades selalu pusing, belum turun lah. Tapi, kok malah saya dituduh ikut menikmati. Ini melenceng jauh dan saya tidak pernah merasa menerima aliran dana itu sama sekali,” ungkap Sirod.

Selama menjabat kades, lanjut dia, hubungannya dengan mantan kadesnya itu memang tidak harmonis. Dirinya kerap dikambinghitamkan oleh mantan kadesnya itu setiap kali ada permasalahan di desa. Bahkan, dirinya pernah langsung menanyakan ke mantan kadesnya itu apakah hak perangkat desa sudah diberikan, kerena dana TPAPD baru cair.

“Saat itu jawab mantan kades ke saya, katanya dana TPAPD sudah diberikan ke perangkat, tapi setelah saya cek ke perangkat desa ternyata ada yang sebagian diberikan utuh, sebagian ada yang kurang dan ada yang belum belum sama sekali,” jelas Sirod.(HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi