BrebesNews.Co 17 December 2014 Read More →

Kebutuhan Guru PNS di Tonjong Masih Kurang 80 Prosen Lebih

17des. Kepala UPTD Pendidikan Tonjong, Kuat Slamet SPd  saat memberikan kenang-kenangan kepada guru PNS yang pensiun

Kepala UPTD Pendidikan Tonjong, Kuat Slamet SPd saat memberikan kenang-kenangan kepada guru PNS yang pensiun

BREBESNEWS.CO – Saat ini pendidikan sangat dibutuhkan guna mencetak generasi penurus bangsa yang bisa diandalkan. Namun ironisnya kebutuhan akan guru PNS masih saja terjadi di setiap sekolahan.

Keadaan ini seperti yang terjadi di wilayah kerja UPTD Pendidikan Kecamatan Tonjong. Kebutuhan guru PNS saat ini sangat memprihatinkan dan itu tidak diimbangi dengan adanya pengangkatan guru PNS baru, padahal setiap tahunnya banyak guru PNS yang pensiun.

Demikian dikatakan Kepala UPTD Pendidikan kecamatan Tonjong, Kuat Slamet SPd seusai kegiatan penglepasan purna tugas 6 orang kepala sekolah atau guru PNS, Rabu siang (17/12/2014).

Menurut Kuat, untuk saat ini jumlah guru PNS di lingkungan UPTD pendidikan kecamatan Tonjong hanya sekitar 170 orang saja dan itupun tersebar di 42 SD Negri se kecamatan Tonjong,

Idealnya setiap SD itu memiliki guru PNS sedikitnya 8 orang. Dari 42 SD itu setidaknya membutuhkan sejumlah 336 guru PNS, sehingga kebutuhan guru PNS dilingkungan kerjanya masih terbilang cukup banyak yakni kurang 166 guru atau 80 prosen lebih tenaga guru PNS.

” Sementara jumlah guru PNS yang pensiun dari tiap-tiap semester selalu bertambah dan jumlahnya berkisar antara 6-12 orang bahkan lebih. Jika pengangkatan guru PNS tidak segera disikapi, kami tidak tahu bagaimana perkembangan dunia pendidikan beberapa tahun kedepan,” ujar Kuat.

Dirinya mengakui bahwa, kondisi kebutuhan akan guru PNS di sekolah tingkat dasar masih bisa ditopang dengan guru non PNS atau guru tidak tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT). Namun yang menjadi pemikirannya bahwa saat ini kesejahteraan mereka para guru non PNS masih sangat memprihatinkan. Kondisi ini perlu difikirkan bersama agar tidak timbul kecemburuan sosial dilingkungan guru itu sendiri.

“Bagaimanapun juga kesejahteraan guru akan berimbas pada kinerja mereka sebagai tenaga pengajar sehingga akan berdampak pada kwalitas sekolah itu sendiri. kami akui walaupun mereka belum berstatus PNS, namun mereka setiap hari tetap melakukannya dengan baik yakni mendidik siswa sekolah layaknya guru PNS,” tukas Kuat.(*)

Faqih Wirdani, Bumiayu
Editor : AFiF.A

Posted in: Pendidikan