BrebesNews.Co 22 December 2014 Read More →

Disoal, Penggalian Pasir di Kalilangkap dan Kerusakan Jalan

ilustrasi

Penggalian pasir di kalilangkap Bumiayu

BREBESNEWS.CO – Redaksi BREBESNEWS.CO menerima pengaduan dari warga Brebes via email yang diterima, Senin (22/12/2014).  Berikut isi pengaduannya,

Yth Redaksi BrebesNews,Co

Berikut saya kirimkan tulisan tentang kondisi miris kegiatan penggalian pasir dan batu di sungai yang terjadi di Dukuh Pecinan Desa Kalilangkap, Kecamatan Bumiayu. Kegiatan ini mendatangkan kerusakan dan kerugian.

Semoga tulisan ini dapat dimuat di Brebes News agar aktifitas yang merugikan tersebut tidak berlanjut.

Terima kasih.
Nanang Suprayogi,

Ini data diri saya
Nama : Nanang Suprayogi,
Alamat Ciputat : Kh. Dewantara no 67 Sawah Lama Ciputat Tangerang Selatan
Alamat Pacinan: Pacinan Kalilangkap Bumiayu Brebes Jawa Tengah
No KTP: 3603262502780004

“Pecinan & Jalanan yang rusak.”

Miris melihat fakta semakin meningkatnya kegiatan penggalian pasir dan batu di sungai Pecinan dengan menggunakan alat berat dan tranportasi truk bertonase tinggi saat-saat ini.

Kegiatan tersebut memang mendapatkan keuntungan, keuntungan bagi yang menjalaninya. Namun kegiatan tesebut mendatangkan kerugian dan kerusakan bagi yang lain. Jalan desa rusak, karena dipaksa dilalui truk-truk bertonase tinggi.

Padahal belum lama jalan diperbaiki namun cepat rusak lagi. Kalau musim kemarau jalan penuh debu, sangat berbahaya buat mata dan paru-paru. Kalau musim hujan jalan menjadi becek. Disini warga Pecinan dan para pengguna jalan jelas sangat dirugikan.

Kerusakan juga terjadi di daerah sungai dan sekitar. Dengan dalih normalisasi sungai, batu dan pasir sungai dikeruk dengan alat berat tanpa perhitungan. Sawah-sawah yang di pingir sungai akhirnya gugur dan tergerus arus sungai, karena batu dan pasir sebagai penyangga terus dikeruk. Disini orang yang memanfaatkan sungai dan pemilik sawah jelas sangat dirugikan.

Mencari nafkah dari pasir dan batu itu sah, namun jangan sampai merugikan pihak lain. Berharap para pelaku menyadari hal ini, dan pemerintah setempat segera membuat regulasi agar kerusakan dan kerugian tidak terus berlanjut. (*)

Editor : AFiF.A

Posted in: Opini