BrebesNews.Co 1 December 2014 Read More →

Sukirno, Ubah Kotoran Kambing Jadi Pupuk Kompos

sukirno yang muda yang berinspirasi 2

Sukirno dengan hasil pupuk komposnya yang terbuat dari kotoran kambing yang ada di desanya Dukuh Mingkrik, Desa Pamulihan Kecamatan Larangan Brebes

BREBESNEWS.CO – Sosok pemuda Dukuh Mingkrik Desa Pamulihan Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes memang penuh inpirasi. Dikala banyak pemuda yang kesulitan mencari pekerjaan sampai ke luar daerah, namun sosok Sukirno (34) berhasil mengubah wajah Dukuh Mingkrik menjadi pusat penghasilan.

Wajah dukuh yang sebelumnya kumuh, tertinggal dan banyak pengangguran, di tangan dingin Sukirno telah menjadikan limbah kotoran ternak menjadi pundi-pundi rupiah yang menjanjikan.

Usia yang masih muda tak disia-siakannya, pemuda tak lulus SD ini mengikuti berbagai pelatihan tentang peternakan.

“Saya mulai jatuh cinta dengan dunia peternakan terutama limbah kotoran yang membuat wajah tempat tinggalnya kumuh dan tidak sehat,’’ terangnya kepada BREBESNEWS.CO lewat press relesnya, Senin (1/12/2014).

Setelah mengikuti pelatihan peternakan pada tahun 2011 yang lalu, Sukirno memperoleh ilmu dan pengalaman yang baru.
Dari situlah, Sukirno mencoba mempraktekkan ilmunya. Dengan mengolah limbah kotoran kambing bantuan dan di sekiar tempat tinggalnya dijadikan pupuk kompos. Bersama teman-temannya, ia pasarkan hasil uji cobanya ke tetangga dan kampung sekitarnya.

Proses kreatif dan cemoohan

Cemoohan dan makian kerap ia terima, dalam proses kreatifnya datang bertubi-tubi, sampai akhirnya hanya ia dan beberapa temannya saja yang meneruskan pengolahan limbah kotoran kambing.

“Biasa mas dalam proses kreatif bumbu-bumbu sinisme dan cemoohan selalu ada, namun itu saya anggap angin lalu saja,” jelasnya.

Berkat keuletan dan kesabarannya, akhirnya ia mendapat kepercayaan dari Dinas Kelautan Kabupaten Brebes yang memesan 10 ton pupuk kompos buatannya. Sampai akhirnya dia kekuranan bahan baku kotoran kambing.

“Bersama teman-teman saya terus memberikan penyuluhan dan pemahaman akan pentingnya kotoran kambing yang bisa menghasilkan rupiah dan juga menjadikan lingkungan bersih serta sehat,” tambahnya.

Dari sinilah kepercayaan dari tetangga dan warga sekitar mulai tumbuh, menurutnya, kepercayaan warga sekitar adalah segalanya.

“Karena tanpa dukungan warga sekitar, dirinya jelas akan mengalami kesulitas untuk memenuhi permintaan pupuk kompos buatannya yang semakin meningkat,” ungkap Sukirno.

Pada tahun 2012, kelompok tani ternak yang diberi naman Mahesa Jenar ini mendapatkan bantuan mesin pembuat pupuk kompos. Permintaan pun semakin bertambah sampai 21 ton yang harus dipenuhinya dalam waktu dua minggu. Dan permintaan pun semakin banyak, pada tahun 2013 kelompok tani ternaknya memproduksi sampai 130 ton.

“Tak hanya di kalangan wilayah Brebes dan Tegal saja, ternyata produk pupuk komposnya yang say produksi telah melanglang buana sampai ke Bogor da Bandung Jawa Barat,” jelasnya lagi.

Secara tidak langsung dirinya telah ikut andil dalam mensukseskan program pemerintah, yakni mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat kampunya. Lingkungan pun menjadi bersih dan sehat.

Hasil dari produksi pupuk komposnya ini, dirinya memperkerjakan sekitar 10 orang temannya memberikan upah dengan sistem harian. Tiap karyawan ia beri upah Rp.90.000 tiap harinya. Dengan upah sebesar itu, dirinya telah ikut memberi kesejahteraan pada teman-temannya.

Warga sekitarpun ikut menikmati hasil insipari bapak dari 3 anak ini, warga biasa menjual kotoran kambingnya kepada Sukirno dengan harga Rp.10.000 per karungnya.

Dirinya pun mensyaratkan hanya kotoran dari sapi dan kambing jawa saja. Dengan alasan kotoran yang kering sehingga mudah untuk diproses menjadi pupuk kompos. Menurutnya,

“kualitas adalah harga mati. Hanya kotoran yang kering saja yang bisa diterima,” tegasnya

Namun, tak berarti usaha yang dilakoni suami dari Maryani ini tanpa rintangan. Berbagai macam halangan berhasil dia lalui Dia mengakui masih mengalami kendala modal untuk memperbesar usahanya, selain itu juga tim pemasaran yang memadai sehingga dapat memasarkan produknya ke seluruh Indonesia.

Untuk memenuhi ambisinya itu, dia mengharapkan ada yang membantu ataupun kerjasama dengan memberikan lahan yang cukup luas untuk membangun pengolahan pupuk kompos terpadu. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi