BrebesNews.Co 27 January 2015 Read More →

Besok, Nelayan Brebes Nglurug DPRD Minta Dukungan Penolakan Permen KKP

nelayan

Ilustrasi

BREBESNEWS.CO -Untuk menambah dukungan,Besok, Rabu (28/1/2015) Nelayan Brebes berencana ber-audiensi ke kantor DPRD Brebes. Mereka bermaksud meminta dukungan penolakan pemberlakukan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KKP) RI nomor 2 tahun 2015, tentang larangan penggunaan Alat Tangkap Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, menjadi perhatian serius bagi Nelayan.

Informasi tersebut dinyatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Brebes, Tandi Api saat di temui di ruang kerjanya. Selasa (27/1/2015). Ia menjelaskan nelayan meminta kepada wakil rakyat untuk mendukung penolakan Permen KKP RI nomer 2 tahun 2015.

”Besok Nelayan audiensi ke DPRD Komisi 2 untuk meminta dukungan untuk kepentingan nelayan,”jelas Tandi

Selain itu Tandi menjelaskan, latar belakang keluarnya Permen itu sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan di Indonesia. Itu secara jangka panjang jelas akan meningkatkan kesejahteraan nelayan, karena alat tangkap yang dilarang tersebut dalam pengoperasiannya tidak ramah lingkungan.

“Ini memang kebijakan pusat, tetapi kami akan berupaya menyalurkan aspirasi nelayan Brebes ini,” ujarnya.

Sementara itu,Anggota komisi2,Wahidin membenarkan adanya Agenda pertemuan dengan nelayan di komisi 2.Nelayan meminta dukungan dan Solusi dari pemberlakuan Permen RI nomer 2 tahun 2015.

”Mereka sudah mengagendakan pertemuan dengan komisi 2 terkait dukungan Rabu,Pukul 13.00 Wib,”jelas Wahidin saat dihubungi Via telepon selulernya.

Menurut Jika tetap dipaksakan, ada sekitar 15.000 nelayan Brebes dengan jumlah kapal sekitar 2.900 unit terancam kehilangan mata pencahariannya. Sebab dengan adanya Peraturan Menteri no 2 tahun 2015, alat tangkap mereka masuk dalam jenis yang dilarang.

“Ini yang mestinya dipikirkan. Untuk itu, kami minta Permen dikaji ulang dan ditunda pemberlakuannya,” tandas dia.

Jika tuntutan tak dipenuhi, mereka mengancam akan menggelar demo besar-besaran. Sebab, pemberlakukan Permen itu membuat para nelayan tidak bisa melaut. Apalagi, di Kabupaten Brebes mayoritas nelayannya menggunakan alat tangkap yang masuk dilarang dalam permen tersebut. (HENDRIK)

Posted in: Serba Serbi