BrebesNews.Co 9 January 2015 Read More →

Buka Akses Jalan Baru, 2 Desa di Bumiayu Gotong Royong Gugur Gunung

Kegiatan Gotong royong gugur gunung guna membuka akses   jalan tembus antar desa.

Kegiatan Gotong royong gugur gunung guna membuka akses jalan tembus antar desa.

BREBESNEWS.CO – Sebanyak 300-an warga dari 2 desa yakni Desa Langkap dan Desa Kalierang Kecamatan Bumiayu secara antusias bahu membahu melakukan kegiatan gotong royong gugur gunung. Upaya itu guna membuka akses jalan penghubung baru antar desa, Jumat (09/01/15).

Keberadaan akses jalan penghubung antar desa sepanjang 1 kilometer tersebut saat ini sangat dibutuhkan bagi warga yang bermukim di pedukuhan Menggala Desa Langkap dan Pedukuhan Jojog Telu Desa Kalierang. Hal itu mengingat selama ini belum ada akses jalan penghubung antar desa, padahal kedua pedukuhan itu terbilang berdekatan. Kemudian dalam sebuah kesempatan muncul ide untuk membuka akses jalan tembus baru dengan jalan mengepras bukit dan ternyata kedua desa menyanggupi.

Kepala desa Kalierang Amar Khumaedi mengatakan, keterlibatan warganya ini lantaran mereka kerap menggunakan kawasan itu sebagai jalan tembus tercepat menuju kota Bumiayu, dibandingkan harus melintasi jalan desa yang dirasa cukup jauh.

“Hampir semua warga dari kedua pedukuhan itu, kerap sekali menggunakan jalur tersebut untuk mobilitas perekonomian,” ujar Edi.

Menurut Edi, pembuatan akses jalan tembus ini diharapkan mampu meningkatkan roda perekonomian warga sekitar. oleh karena itu dalam kegiatan gotong royong gugur gunung inipun melibatkan kedua warga masyarakat tersebut, baik dari warga Dukuh Jojog Telu maupun Dukuh Menggala.

“Setiap hari jumat, warga kami dan warga desa langkap selalu bersama-sama bergotong royong guna membuka akses jalan tembus itu, bahkan ada beberapa warga yang menghibahkan tanahnya untuk dijadikan jalan,” ujar Edi.

Kepala Desa Langkap, Mustolih menambahkan, Sebenarnya upaya gotong royong gugur gunung ini bukan hanya dilakukan setiap Jumat saja, tetapi juga dilaksanakan setiap hari oleh warga seusai sholat duhur. Biasanya setiap hari warga yang melakukan gugur gunung itu, sekitar 50 orang warga dibantu anggota Kopel ( Komunitas Peduli Lingkungan) Desa Langkap dan bukan hanya orang-orang itu saja akan tetapi bergilir.

“Rencananya kedepan kami dari pemerintah desa akan mencoba mengajukan bantuan kepada pemerintah kabupaten agar dilakukan pembangunan sarana infrastruktur jalan tembus itu secara permanen. Harapannya dengan baiknya sarana infrastruktur jalan tembus ini, peningkatan perekonomian, pendidikan maupun kesehatan kedua pedukuhan itu bisa lebih baik lagi. Selain itu kedua pedukuhan ini tidak lagi terislir dan antara Dukuh Jojog Telu maupun Dukuh Menggala bisa saling bekerjasama dalam segala bidang,” ungkap Mustolih. (DHANI-Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi