BrebesNews.Co 7 January 2015 Read More →

Gunung Slamet Turun Status, Warga Sirampog Sambut Gembira

gs1

Aktifitas Gunung Slamet yang mulai menurun dari gempa tremor dan hembusan awan dari kawah

BREBESNEWS.CO – Penurunan status Gunung Slamet dari Siaga menjadi Waspada, disambut gembira warga Kecamatan Sirampog, khususnya warga terdampak, yakni Desa Dawuhan dan sekitarnya. Kabar penurunan status Gunung Tertingi di Jawa Tengah ini, setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Senin 5 Januari 2015 yang menyatakan status Gunung Slamet turun dari siaga (level III) menjadi waspada (level II).

“Status Gunung Slamet dinyatakan turun dari Siaga menjadi waspada, sekarang ini mulai hari Senin,” ujar Munaedi kepada BREBESNEWS.CO seusai meninjau lokasi bersama Muspika Kecamatan Sirampog, Selasa (6/01/15).

Pihaknya menerima laporan penurunan status gunung Slamet, pada Senin sekitar pukul 16.00 Wib via SMS. Kemudian pada esok harinya camat bersama Muspika langsung cek lokasi dan menyampaikan kabar gembira itu kepada warga masyarakat yang bermukim di kawasan lereng Gunung Slamet.

“Meskipun sekarang Status Gunung slamet telah turun, akan tetapi kami meminta kepada semua warga agar selalu waspada jika terjadi hal-hal yang tidak dinginkan,” ucap Camat Munaedi.

Pihaknya juga meminta kepada beberapa kepala desa (Kades) yang berada diradius terdampak Gunung Slamet, khususnya kades Dawuhan untuk selalu melaporkan apapun yang terjadi setiap saat terkait pergerakan gunung Slamet. Hal ini guna langkah antisipasi sedini mungkin agar proses evakuasi bisa dilakukan secara cepatnya.

Seperti diketahui bersama bahwa, aktivitas Gunung Slamet meningkat sejak awal Maret 2013. Pada 10 Maret, PVMBG menaikkan statusnya dari normal menjadi waspada. Pada 30 April, status Gunung Slamet dinaikkan lagi menjadi siaga. Karena aktivitas vulkanisnya mereda, PVMBG menurunkan status menjadi waspada pada 12 Mei 2014.

Genap tiga bulan berstatus waspada, Gunung Slamet kembali menggeliat hingga statusnya dinaikkan lagi menjadi siaga pada 12 Agustus 2014. Setelah hampir lima bulan berstatus siaga, status Gunung Slamet diturunkan lagi menjadi waspada pada 5 Januari 2015 kemarin.

“Kita semua berharap gunung Slamet akan tetap selamanya selamat, tidak sampai meletus yang besar,” ujar Munaedi.

Sementara itu Rofii warga Dawuhan meras lega dengan informasi penurunan status Gunung Slamet. Pasalnya dirinya beserta keluarga merasa tidak tenang saat Gunung Slamet mengalami letusan.

“Keluarga kami merasa ketakutan, karena hampir tiap malam terdengar bunyi dentuman yang keras hingga mengganggu ketenangan keluarga. Dengan dinyatakan turun statusnya dan tidak ada lagi aktifitas letusan keluarga kami kini merasa lega,” kata Rofii. (DHANI-Bumiayu)

 

Posted in: Serba Serbi