BrebesNews.Co 30 January 2015 Read More →

KH Abas (Ponpes Buntet): Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan

pengajian cikeusal2

Bupati memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu sebelum acara Maulid Nabi di Desa Cieukesal kecamatan Ketanggungan

BREBESNEWS.CO -Islam terlahir dan berkembang bukan karena hunusan pedang, tetapi dengan kedamaian berupa penyempurnaan akhlak. Ritual ibadah dari Sholat, puasa, haji, zakat dan bentuk ibadah lainnya semata-mata untuk perubahan akhlakul karimah.

Demikian disampaikan Dr KH Abas Fuad Hasyim dari Buntet Pesanteren Cirebon saat mengisi pengajian Maulud Nabi Muhammad SAW tingkat kabupaten Brebes di Masjid Darul Muttaqin Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan Brebes, Kamis (29/1/2015).

Kang Babas, demikian biasa disapa, mengajak kepada warga Cikeusal khususnya dan Brebes pada umumnya jangan sampai mencoreng Islam dengan melakukan tindak kekerasan. “Jangan marah, karena marah hingga menimbulkan pertikaian berasal dari syetan,” kata Babas yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor itu.

Dia berharap umat Islam mampu menunjukan sebagai umat Nabi yang mengutamakan akhlakul karimah. Bisa santun, menebar kasih saying dan tidak mudah marah. “Bila dua kubu saling menyerang, maka kedua-keduanya akan masuk neraka,” tandas Babas seraya menyitir sebuah hadits.

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kab Brebes K Agus Mudrik Khaelani Al Khafidz bahwa kehidupan akan terasa indah manakala dihiasi dengan kedamaian. Dimana-mana tiada penghalang kalau bisa saling menjaga silaturahmi, salah harga menghargai dan hidup rukun damai.

“Alangkah indahnya, pada saat ini juga tengah berkumpul antara ulama dan umara sebagai lambing kekuatan bangsa, kekuatan Brebes,” ungkap Pengasuh Pondok Pesanteren Bustanul Arifin Bangbayang Bantarkawung itu.

Sementara Drs KH Dirjo Abdul Hadi menyampaikan pentingnya penghormatan kepada orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda. Anak-anak jangan sampai durhaka kepada orang tua, demikian juga sebaliknya orang tua harus memberi contoh tauladan yang terbaik bagi anak-anaknya.

“Mau jadi apa kalau anak sampai durhaka pada orang tuanya,” tutur Ujo dalam bahasa yang kocak.

Peringatan Maulud Nabi mengambil tema menjalin persatuan, merajut persaudaraan demi terwujudnya masyarakat Brebes yang mandiri dan bermatarbat meski diguyur hujan deras namun pengunjung yang berjumlah ribuan orang itu tetap bertahan.

Hadir dalam acara Maulid Nabi Bupati Brebes Idza Priyanti SE bersama suami Kompol Warsidin dan Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi