BrebesNews.Co 1 January 2015 Read More →

Musim Hujan Tiba, Waspadai Penyakit DB

photo

Oleh : Risma Wati Warga Losari Brebes

Menjaga kesehatan lingkungan merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu, selain merupakan anugerah yang diberikan sang pencipta kepada hamba-Nya, kesehatan lingkungan harus tetap dijaga agar keluarga kita terhindar penyakit.

Terkadang pada saat kita sehat, kita lupa akan nikmat tersebut dan ketika sakit kita baru sadar dan merasakan betapa kesehatan itu sungguh sangat berharga.

Tubuh yang sehat bisa didapatkan dari berolahraga secara teratur, menkomsumsi makananan bergizi, dan lingkungan yang sehat dan bersih. Lingkungan yang sehat terkadang sering tidak kita perhatikan karena kesibukan dalam bekerja sehingga lingkungan sekitar tidak dijaga kebersihannya. Akibat dari lingkungan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satu yang mengkhawatirkan adalah deman berdarah dangue (DBD) yang diakibatkan gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti karena dapat menyebabkan kematian. Penyakit DB biasanya banyak menyerang pada masa-masa musim hujan tiba.

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang banyak ditemukan di daerah tropis. Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue secara geografis mirip dengan penyebaran penyakit malaria. Demam dengue umumnya menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun.

Seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah, umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut:

Demam tinggi terus menerus. Suhu badan sekitar 39 – 40 derajat Celcius. Hal tersebut menyebabkan sakit kepala pada penderita.

Demam tanpa disertai batuk-batuk.
Sakit perut atau mual.

Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita atau pun yang terkena penyakit demam berdarah maupun keluarga, segeralah konsultasi kepada Dokter apabila mengalami demam tinggi 2-7 hari (38 – 40 derajat Celsius) berturut-turut.

Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut. Tanggaplah buat keluarga penyakit demam berdarah ini sering menyerang anak-anak kecil di indonesia banyak anak-anak yang terkena penyakit DBD, karena daya tahan tubuh anak-anak masih belum cukup kebal, angka kematiannya pun sangat tinggi di bandingkan dengan orang dewasa.

Untuk mencegahnya masyarkat harus mengetahui kondisi lingkungan kebersihan di sekitar rumahnya, karena bila keadaan lingkunganya yang kurang memungkinkan akan adanya sarang nyamuk untuk berkembang. Dan disitu lah nyamuk akan berkembang, apa lagi nyamuk Aedes aegypti yang merupakan pembawa virus dari penyakit Demam Berdarah.

Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

· Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.

· Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).

· Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).

· Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

Jadi masyarakat harus menciptakan suatu kebersihan agar tidak kena virus DBD yang dapat menimbulkan suatu kematian bagi yang terkenanya, virus ini ada jenisnya, yaitu tipe 1,2,3,4, tapi yang dominan yang kena virus ini masyarakat yang tipe 3.

Jadi Kebersihan lingkungan ini sangat penting untuk menjaga keadaan bebas dari kotoran, termasuk sampah yang menumpuk pada aliran air yang tidak jala. Masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang.

Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat. Disinilah kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan adalah keadaan dimana individu masyarakat menyadari bahwa pentingnya sebuah ruang lingkup (lingkungan) yang didalamnya, terdapat makhluk-makhluk hidup yang harus dijaga kelestariannya agar dapat dirasakan oleh anak cucu kita dimasa yang akan datang. (*)

Posted in: Opini