BrebesNews.Co 5 January 2015 Read More →

NU Kersana Kembali di Pimpin Calon Incumbent

mwc kersana2

Konferensi MWC Kersana yang kembali di menangkan oleh calon Incumbent Kusnandi

BREBESNEWS.CO – Kusnandi SPdI atau calon incumbent kembali dipercaya sebagai pimpinan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kersana, Brebes periode 2015/2020. Kusnandi terpilih secara aklamasi dalam Konferensi MWC. Sebelumnya dia telah menjabat ketua tanfidziyah MWC NU Kersana periode 2010/2015.

Kader NU dari desa Kubangpari tersebut menang mutlak dengan mendapatkan 12 suara dari 14 suara yang diperebutkan. Sementara Sarif (Cigedog) dan Munawir (Cikandang) masing-masing hanya mengantongi 1 suara. Karena persyarakatan calon ketua minimal 4 suara, maka secara otomatis Kusnandi berhak menjadi Ketua Terpilih pada Konferensi yang digelar di MTs Maarif NU 9 Pende, Kec Kersana Brebes, Ahad (4/1/2015).

Sedangkan Rois Suriyah di jabat KH Naswadi yang mendapatkan 7 suara mengalahkan incumbent KH Muadz yang mengantongi 6 suara. Sementara 1 suara di nyatakan rusak.

“Ternyata teman-teman di NU Kersana masih menyerahkan mandat kepemimpinan 5 tahun mendatang kepada saya,” tuturnya merendah usai pemililihan ketua.

Kusnandi bertekad akan memajukan NU Kersana untuk lima tahun mendatang antara lain dengan mengadakan pelatihan manajemen organisasi, pelatihan kader Aswaja, konsolidasi MWC dan ranting, istighosah, tabayun keislaman dan bentuk-bentuk kegiatan sosial seperti tanggap bencana alam, dll.

Konferensi dibuka Camat Kersana Moh Salahudin SIP.

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Kab Brebes Drs H Athoillah Syatori MSi mengingatkan agar NU Kersana yang telah memiliki 13 ranting di 13 Desa untuk mengembangkan kepengurusannya tingkat Anak Ranting yang sekretariatnya bisa ditempatkan di Mushola atau Masjid milik NU. Pasalnya telah banyak terjadi ‘penyerobotan’ mushola dan masjid NU oleh aliran-aliran transnasional.

“Masjid menjadi benteng pertahanan aqidah ahlussunah wal jamaah,” tuturnya.

Jadikanlah NU sebagai lahan perjuangan dan ibadah. Sisihkan waktu untuk perjuangan dan kepentingan fissabilillah. Jangan terlalu berharap dengan organisasi, tapi cukuplah berbangga dengan organisasi yang kita miliki, niscaya keberkahan senantiasa menyertai kita.

“Berbanggalah menjadi Nahdliyin (warga NU), karena dengan berkhidmah di NU keberkahan akan terus berlimpah dalam ridlo Allah SWT,” pungkas Athoilah. (ILMIE).

Posted in: Serba Serbi