BrebesNews.Co 28 January 2015 Read More →

Pegiat Anti Korupsi Brebes Adakan Aksi Dukung Perlindungan KPK dan Polri

Foto0894_001

Aksi solidaritas masyarakat untuk Indonesia bersih dari koruptor

BREBESNEWS.CO – Pegiat anti korupsi Kabupaten Brebes yang terdiri dari beberapa elemen lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan gerakan mahasiswa, melakukan aksi dengan tajuk solidaritas masyarakat untuk Indonesia Bersih dari koruptor (Sikat-Koruptor), Rabu (28/1/2015).

Mereka yang berjumalah sekitar 100-an orang melakukan aksinya dengan longmarch yang dimulai dari alun-alun Brebes hingga kantor sekrtariat Kabupaten.

LSM dan gerakan mahasiswa yang melakukan aksi antaranya dar Gebrak (Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Brebes), Gergaji (Gerakan Masyarakat Tagih Janji) dan dari mahasiswa ada KPMDB (Keluarga Pelajar dan Mahsiswa Daerah Brebes) GMNI Brebes, PMII dan masyarakat nelayan Brebes, Grup Vespa Independent, Warga Kaliwlingi, Warga Rancawuluh Bulakamba, Facebooker Brebes Celoteh Brebes Membangunan (CBM) dan perkumpulan lainnya sebanyak 10 komunitas.

Kegiatan Aksi unjuk rasa solidaritas diwarnai bentangan spanduk banner yang berukuran 2 meter dengan bertuliskan SAVE KPK, SAVE POLRI

Dalam orasinya ketua Gebrak Darwanto, sebelum mengadakan longmarch menyerukan agar keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus Institusi Polri dapat dilindungi oleh segenap masyarakat Indonesia.

“Bila wakil ketua KPK Bambang Wijoyanto (BW) mau mengundurkan diri sebagai wakil ketau KPK karena dugaan laporan palsu, dari institusi kepolisian yakni Budi Gunawan (BG) juga harus legowo mundur dari bursa pencalonan Kapolri,” teriak Darwanto di atas mobil bak terbuka yang menjadi podium aksi.

Dengan adanya pengunduran diri ini, Darwanto beralasan agar kasus perselisihan antara KPK dan Polri bisa di selesaikan dengan jernih.

Sementara itu, KH Masruri sebagai tokoh masyarakat Brebes, juga dalam orasinya menyerukan terutama kepada pemerintahan Jokowi-JK agar ruang lingkup Hukum jangan di bawa-bawa ke ruang lingkup politik.

“Untuk menyapu lantai agar bersih hendaknya dengan menggunakan sapu yang bersih, bukan sapu yang kotor. Kami menghimbau pemerintah bisa berpikir ulang untuk menempatkan orang-orang yang bersih untuk memperkuat pemerintahan,” ujar KH. Masruri.

Sementara itu Subehan dari Desa Tegalagah Kecamatan Bulakamba yang mewakili petani dalam ucapannya menyesalkan pupuk subsidi yang harusnya untuk pertanian malah justru larinya ke negara tetangga Malaysia. “Kita butuh KPK dan butuh polisi untuk mengungkap kasus korupsi yang menyangkut kebutuhan pertanian Brebes,” ucap Subehan.

Setelah sempat mengadakan orasi dari beberapa perwakilan LSM dan tokoh masyarakat, unjuk rasa solidaritas bergerak ke kantor sekertariat Bupati untuk menyempaikan petisi bersama ‘Lindungi KPK, Lindungi Polri dan Lindungi Indonesia).

Di sekertariat Kabupaten, aksi solidaritas diterima Asisten I Drs Suprapto. Di atas mobil bak terbuka Suprapto menyatakan apresiasi warga Brebes yang mau peduli dengan dinamika perkembangan nasional.

“Petisi akan saya sampaikan kepada Ibu Bupati. Intinya pemerintahan Brebes akan selalu mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dari korupsi,” tandas Suprapto. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi