BrebesNews.Co 2 February 2015 Read More →

14 Pelaku UMKM Brebes Workshop Kemitraan

workshop umkm1

Tampak Wakil Bupati Narjo saat berbincang dengan pelaku UMKM saat berlangsungnya workshop prospektus kemitraan

BREBESNEWS.CO – Sebanyak 14 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti Workshop Prospektus Kemitraan di aula Bappeda Brebes, Senin (2/2/2015). Workshop dihadiri sejumlah perwakilan perbankan dan toko modern serta swalayan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Brebes.

Hadir juga Wakil Bupati Brebes Narjo sekaligus sebagai Ketua Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Brebes dan perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal dengan moderator Dewi Milasari Koordinatro PNPM Perkotaan Kabupaten Brebes sebagai upaya mempertemukan antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan.

Agenda workshop adalah, pelaku UMKM yang memproduksi telur asin, bandeng presto, kerupuk dan lumpia ikan, olahan ikan, terasi rebon, bawang goreng, kacang bawang goring, minuman sari rumput laut, rengginang singkong, minuman sehat selasih, batik tulis, rebana dan kerajinan sanggul diajak mengksplore segala macam kendala dan hambatan dalam berusaha.

Dalam sambutan awal Wakil Bupati Narjo mengatakan bahwa masalah kemiskinan di Kabupaten Brebes tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. peran dan dukungan pengusaha, lembaga keuangan dan dunia perbankan sangat dibutuhkan.

”Para pengusaha dan juga lembaga-lembaga perbankan, khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Brebes harus mampu meramu program-program yang bisa memberdayakan masyarakat, baik itu melalui saluran CSR atau program kredit lunak dan lain sebagainya,” ujarnya

Diharapkan setelah mengikuti workshop prospektus kemitraan UMKM ini, pelaku UMKM di Kabupaten Brebes menemukan jalan terang untuk mengembangkan usahanya yang selama ini berjalan.

”Dari sekian permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM di Kabupaten Brebes selain masalah modal adalah masalah pemasaran dan bahan baku yang terbatas,” sebut Narjo

Soal Pemasaran

Sementara untuk masalah pemasaran, pelaku UMKM diperlukan adanya inovasi yakni pemasaran sosial antara lain melalui publikasi dan distribusi prospektus kemitraan. Selain itu juga akan dilakukan pilot project kemitraan kewirausahaan sosial, yang merupakan perwujudan dari penerapan kemitraan yang dibangun.

Terakhir Narjo menyebutkan akan dilakukan juga Nota Kesepahaman atau MoU antara pelaku UMKM dengan pihak perbankan yang merupakan ikatan yang dibangun dengan lembaga mitra dalam upaya pelaksanaan kegiatan.,

”Hal ini penting untuk menjamin keberlangsungan dan komitmen dalam menjalankan kemitraan,” tandas Narjo

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang pelaku usaha Bandeng Presto Bumbu Mandiri, Eko Harminto (45) warga Brebes, tepatnya di belakang Pasar Induk Brebes mengatakan usaha yang telah ditekuninya selama empat tahun ini sudah cukup berkembang dengan pemasaran di wilayah Kota Tegal dan Kabupaten Tegal serta di wilayah Brebes sendiri.

”Selain modal, yang dibutuhkan untuk mengembangkan produksi adalah bantuan alat produksi dan pemasaran,” tutur Eko.

Menjawab keluhan Eko, pihak Bank Indonesia Cabang Tegal berjanji akan membantu permodalan hingga pelaku usaha di Brebes bisa mandiri dan maju. (AFiF.A)

Posted in: Ekonomi & Bisnis