BrebesNews.Co 6 February 2015 Read More →

Babi Hutan dan Kera Liar Serang Pertanian Warga Pangarasan Bantarkawung

babi

Gambar ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Masyarakat tani di Desa Pangarasan Kecamatan Bantarkawung kini mulai mengeluh dengan banyaknya ratusan hektar areal pertanian yang diserang hama babi hutan dan kera liar.

Dengan adanya serangan itu, mereka harus rajin menjaga tanaman mereka siang-malam jika tak ingin tanaman mereka diserang oleh dua binatang tersebut. Pasalnya untuk kera liar merusak tanaman siang hari sedang babi hutan menyerangnya pada malam hari.

“Serangan hama babi hutan dan kera liar ini, telah menyerang kebun jagung milik saya dan jumlahnya ratusan bahkan nyaris mencapai ribuan ekor. Sehingga dalam waktu sekejap hampir setengah hektar tanaman jagung kami habis dan dipastikan akan gagal panen,” keluh Sueb (48) salah seorang petani yang juga warga dukuh Cisaat Rt 01/12 desa Pangarasan, Jumat (6/2/2015).

Menurut Sueb, babi hutan dan kera liar ini bukan hanya menyerang perkebunan warga saja, akan tetapi ribuan binatang buas itu juga menyerang areal pesawahan baik yang masih baru tanam maupun yang hampir panen. Di daerahnya saja ada sekitar 20 hektar sawah yang telah diserang kawanan babi hutan dan kera liar tersebut.

“Selama ini kita sering melaporkan kejadian ini ke dinas pertanian, akan tetapi laporan kami kurang mendapatkan tanggapan yang serius. Sehingga kami lebih memilih menghubungi teman-teman Perbakin, baik itu dari kabupaten Banyumas maupun dari Tegal, karena mereka itu lebih cepat respon manakala kami hubungi jika ada serangan babi hutan dan kera liar,” tutur Sueb.

Serang sawah tengah desa

Mahbub (46) salah seorang petani asal blok pojok RT 02/04 Desa Pangarasan, menuturkan babi hutan dan kera liar ini telah meresahkan warga karena saat ini mereka bukan lagi menyerang perkebunan ataupun sawah yang berbatasan dengan hutan namun kawanan binatang buas ini juga telah menyerang sawah dan kebun warga yang ada ditengah desa.

“Dulu hama semacam ini hanya terjadi saat musim kemarau saja, akan tetapi sekarang hama ini menyerang kapan saja dan dimanapun ada tanaman. Yang membuat heran kami, kawana kera liar dan babi hutan ini sekarang sudah bisa mengupas buah kelapa dan kedatangan mereka selalu berkelompok dengan seekor kera pemimpin yang selalu berdiri diatas pohon,” Imbuhnya.

PJ kades Pangarasan, Didi Junaedi membenarkan jika diwilayah kini sedang marak dengan adanya serangan babi hutan dan kera liar yang menyerang areal pertanian warga.

Berdasarkan data pertanian di desa pangarasan, tercatat untuk areal perkebunan seluas 573,52 Hektar dan untuk areal pesawahan seluas 318 Hektar.

Sementara untuk daerah yang diserang hama ini terjadi di dukuh Ketos menyerang areal perkebunan dan sawah seluas 100 hektar lebih, di dukuh Parenca seluas 30 hektar, Baligo seluas 25 hektar, Ciluncat seluas 15 hektar, pangboboan seluas 75 hektar dan dukuh Kalijurang juga lebih dari 100 hektar area perkebunan dan sawah.

“Kami akui jika desa pangarasan ini dilingkari oleh hutan jati, sehingga manakala hutan ini kerap adanya penebangan, maka secara otomatis kawanan binatang yang ada dihutan itu akan turun ke desa dan mencari makanan di areal pertanian warga,” pungkas Didi. (DHANI – Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi