BrebesNews.Co 18 February 2015 Read More →

Bidan Desa Dituntut Jadi Ujung Tombak Pencegahan Penyakit DB

Kepala Puskesmas Buaran bersama dokter dan bidan desa

Kepala Puskesmas Buaran Kecamatan Bantarkawung bersama dokter dan bidan desa

BREBESNEWS.CO – Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ditingkat bawah atau desa. Untuk itu seorang bidan desa harus tanggap serta tahu akan tanda-tanda klinis adanya wabah DBD dan bagaimana cara menanggulangi atau memberikan pertolongan pertama jika terjadi kasus seperti itu.

“Mengacu pada wilayah kerja, bidan desa sudah selayaknya bisa menjadi penolong pertama warganya yang terindikasi kena demam berdarah,” kepala Puskesmas Buaran Supardi SKM, SKep saat pertemuan rutin karyawan dan Bidan desa, Rabu (18/2/15) di Puskesmas Buaran.

Selain harus bisa melakukan pertolongan pertama, lanjurt Supardi, bidan desa juga harus bisa memberikan pengertian kepada warganya soal pencegahan kasus DBD yang utama yaitu dengan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3 M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur benda-benda yang digunakan untuk berkembang biaknya nyamuk.

Supardi juga menyampaikan, dengan adanya intruksi dinas bahwa puskesmas harus memberikan pertolongan persalinan yang baik, Bidan koordinator ataupun bidan desa telah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan program tersebut.

“Yang menjadi kendala adalah sarana dan prasarana untuk fasilitas pertolongan persalinan yang belum ada. Oleh karenanya kami akan mengusulkan gedung Puskesmas Buaran yang lama untuk dijadikan menjadi pembangunan gedung persalinan/perawatan di tahun anggaran 2016 mendatang,” ujarnya lagi

Dia memperkirakan untuk kisaran anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan gedung persalinan/perawatan tersebut lebih kurang Rp.750 juta.

Sebagai kepala Puskesmas dirinya mempunyai dasar pemikiran karena angka kematian ibu dan anak masih sangat tinggi, kemudian letak geografis kecamatan Bantarkawung khususnya masyarakat wilayah kerja Puskesmas Buaran sulit untuk menjangkau ke fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. Ditambah lagi sarana prasarana kesehatan yang ada masih sedikit serta fasilitasnya masih minim.

” Dengan adanya gedung persalinan/perawatan tersebut nantinya diharapkan akan mampu menekan AKI dan AKB serta meningkatkan kualitas dalam memberikan pertolongan persalinan, juga meningkatkan kualitas pelayanan ANC dan PNC,” tandas Supardi.
(DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi