BrebesNews.Co 6 February 2015 Read More →

Diterjang Banjir Sungai, Jalur Penghubung Brebes-Tegal Nyaris Putus

tonjong

Tampak jalan penghubung Kabupaten Brebes-Kabupaten Tegal mengalami penyempitan karena sebagian bahu jalan tergerus air sungai yang banjir

BREBESNEWS.CO – Tingginya curah hujan di Kabupaten Brebes,membuat jalur penghubung antara kabupaten Brebes – Tegal, tepatnya di Dukuh Caruban RT 01 RW 03,Desa Purwodadi, Kecamatan Tonjong,nyaris putus.Hampir sebagian jalan ambrol akibat terjangan arus sungai Pedes yang meluap, pada hari Minggu lalu (01/02/2015) sekitar pukul 16:15 WIB.

Dari hasil pantauan dilokasi, tebing penahan jalan setinggi 7 meter, panjang 50 meter yang telah dibronjong pada tahun 2014 lalu ambrol kembali. Hingga berita ini diturunkan tanggul tersebut sudah rusak dan hanyut terseret oleh arus sungai Pedes serta mengakibatkan jalur penghubung antara Kabupaten Brebes – Tegal nyaris putus.

Camat Tonjong,Sumarno,S.Pd,M.Si,melalui Kasi Trantib, Waryono saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (6/2/2015), membenarkan bahwa, telah terjadi bencana alam yaitu tanggul penahan jalan ambrol akibat diterjang banjir sungai Pedes.

”Benar sekali mas,pada hari Minggu sore kemarin sungai Pedes meluap,dan mengakibatkan tanggul penahan jalan yang di bronjong itu ambrol,” terang Waryono.

Lebihlanjut, ia mengharap kepada Bupati Brebes,yakni Idza Priyanti,SE,untuk segera secepat mungkin mengambil tindakan agar longsoran sungai tidak menggerus ruas jalan yang lebih lebar dan terputus.

Selain itu mengenai hal perizinan penambangan galian C,untuk di wilayah Kecamatan Tonjong, untuk tidak diberikan perihal perizinannya, mengingat wilayah Kecamatan Tonjong rawan longsor.

Kepala Desa Purwodadi, Rahmat Santoso juga membenarkan dengan adanya peristiwa benacana alam itu terjadi diwilayah Desanya itu dan sudah melaporkanya ke Kecamatan setempat.

”Longsornya tanggul penahan jalan itu mengakibatkan nyaris memutuskan akses jalur antar kabupaten Brebes dan Tegal, serta mengancam rumah warga saya sedikitnya ada lima rumah,”ujar Rahmat.

Rahmat Santoso berharap,kepada dinas terkait agar secepatnya mengambil langkah-langkah penanganan secepatnya. Dan ia meminta agar di sungai Pedes tersebut dilakukannya normalisasi,agar arus sungai Pedes itu tidak menggerus tanggul pengaman jalur penghubung antar Kabupaten Brebes dan Tegal.

Sementara itu, untuk memberi tanda longsoran warga terpaksa meletakan pohon di bahu jalan. (*)

Berita kiriman Priyanto Rodjak, Tonjong
Editor : AFiF.A

Posted in: Serba Serbi