BrebesNews.Co 20 February 2015 Read More →

Februari, Pasien DB di Brebes Masih Tinggi

ilustrasi

BREBESNEWS.CO – Di Minggu ke 3 bulan Februari pasien demam berdarah dangue (DBD) masih dinyatakan tinggi. Berdasarkan pantauan BREBESNEWS.CO, Sabtu (21/2/2015), terdapat sedikitnya 5 pasien yang di rawat di RSUD Brebes. 1 diantaranya terpaksa harus di rawat secara intensif di ruang ICU.

Adapun pasien DBD yang dirawat yakni, Putri (12 th) dari Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari, Joko Triyono (15 th) Desa Sidakaton Kecamatan Ketanggungan, Maya Sofa (17 th) kelurahan Pasarbatang Kecamatan Brebes dan ke 4 yakni Silvi (2 th) asal Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari. Sementara yang terpaksa harus menjalani perawatan di ruang ICU yakni Nazla. K (3 th) Desa Dukuhturi kecamatan Ketanggungan.

Perkiraan tingginya angka penderita DB di bulan Februari ini, karena bisa jadi pasien yang mendapat perawatan di Rumah Sakit lain belum semua terdeteksi.

Sementara itu berdasarkan keterangan petugas medis RSUD Brebes Edy Raharja, kecenderungan tanda-tanda penyakit DB saat ini sudah bergeser.

Menurutnya kalau dahulu untuk mengetahui penderita DB dari luar, si penderita bisa di lihat dari kulitnya dengan bintik-bintik merah, namun sekarang penderita yang terserang DB tanda-tandanya tidak nampak seperti itu, sehingga orang menduga si penderita hanya mengalami gejala demam biasa.

“Banyak orang melihat si penderita DB tadinya menduga hanya kena flu biasa, typus ataupun penyakit demam. Padahal sejatinya dia sedang terserang virus DB,” kata Edy.

Lebihjauh Edy menjelaskan fase DB yakni ada 4. Pertama penderita biasanya mengalami tubuh dengan suhu derajat tinggi atau panas. Kedua penderita mengalami pendarahan spontan seperti mimisan ( keluar darah dari hidung), atau juga keluar darah dari gusi gigi.

Sedang tahap ke tiga, penderita sudah mengalami Shock, tekanan darah turun juga nafsu makan juga turun. Untuk fase ke 4 penderita menjadi lemas dan lemah dikarenakan trombositnya juga kurang, bahkan bisa tidak sadarkan diri karena mengalami demam dengan ciri-ciri kaki dan tangan dingin namun suhu badan panas.

“Untuk itu, orang tua yang mengalami tanda-tanda anaknya demam lebih baik harus secepatnya diperiksakan ke pihak medis karena merupakan penyakit yang di bawa oleh virus dangue dari nyamuk aides agepty,” terangnya lagi.

Terkahir Edy, yang menjabat kepala ruangan bagian perawatan BPJS RSUD Brebes ini mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menggunakan konsep 3 M, yakni menutup, membersihkan kolam kamar mandi dan mengubur barang-barang yang bisa mengakibatkan hidupnya nyamuk Aides Agepty ini.

“Fogging sebenarnya tidak efektif, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang efektif ya dengan gerakan 3 M itu, karena akan memberantas jentik-jentik nyamuk yang akan berkembang,” tukas Edy mengakhiri penjelasnnya. (AFiF.A)

Posted in: Serba Serbi