BrebesNews.Co 6 February 2015 Read More →

Hati-hati ! Modus Penipuan Via Seluler Masih Marak Terjadi

IMG_20150206_151132

Mifki Handayani,

BREBESNEWS.CO – Aksi penipuan melalui telepon ke warga masih saja terjadi. Hal ini seperti yang di alami Mifki Handayani (45) warga Bangsri Kecamatan Bulakamba nyaris menjadi korban penipuan.

Berawal pelaku menelpon calon korban yang mengaku dari salah satu rumah sakit di Kendal Jawa Tengah mengatakan anaknya (Mifki Handayani-red) mengalami kecelakaan di sekolah, sehingga pihak rumah sakit butuh dana untuk biaya perawatan.

Mendengar hal itu sontak Mifki panik dan menghubungi suaminya untuk mengirim segera (tranfer) uang 9,5 juta ke rekening yang di sebutkan. Beruntung sejumlah perangkat desa memberi saran untuk menghubungi saudaranya di Kendal.

“Saya lagi di balai desa dan dapat telepon itu. Untungnya saya belum tranfer 9,5 juta untuk keperluan perawatan anak saya yang ternyata tidak tertabrak,” aku Mifki yang disampaikan kepada BREBESNEWS.CO, Jumat (6/2/2015).

Siapa yang nggak panik, tambah Mifki bila anak semata wayangnya dikabarkan mengalami kecelakaan di sekolah.

“Kebetulan anak saya Tami (14) yang sekolah di Kendal.dapat informasi dari saudaranya yang menyebutkan Tami sedang belajar di sekolah,” jelas Mifki yg menjabat Kaur umum di Desa Bangsri

Sekedar informasi,Nomer pelaku,08231786789 mengaku dr paulus hermawan dari RS bakti asih,kendal.

Mifki berharap agar para orang tua yang menerima telepon tidak jelas dan mengabarkan hal tidak baik perlu di cek kembali.

Sementara di Brebes, Yuli warga Pasarbatang Kecamatan Brebes kepada BREBESNEWS.CO, Kamis (5//2/2015) mengabarkan kalau dirinya juga menjadi korban penipuan oleh ulah penelpon seluler tidak jelas.

Menurut Yuli, sang penelpon mengabarkan lewat telepon selulernya kalau adiknya yang gerada di Pemalang sedang berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Untuk bisa menghubungi, dirinya harus mentransfer dulu pulsa kepada nomer punghubung dengan alasan itu nomer komandan Serse Polres Pemalang.

“Karena panik saya terpaksa mentransfer pulsa sejumlah tigaratus ribu rupiah,” tutur Yuli.

Namun selang tidak begitu lama, dia mencoba menghubungi nomor seluler adiknya yang ternyata tidak ada masalah dan sedang berada di rumahnya.

“Saya kena tipu,” ujar Yuli singkat (HENDRIK)

Posted in: Kriminal