BrebesNews.Co 19 February 2015 Read More →

Maklumat Dukun Bayi, Mampukah Turunkan Angka Kematian Ibu & Bayi (?)

aki

Ilustrasi

Oleh  : Ummu Aiman, SST ( Bidan Desa di Bulusari Bulakamba Brebes)

(AKI (Angka Kematian Ibu) akhir-akhir ini menjadi berita hangat, dimana tingginya angka kematian ibu dan bayi menunjukan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan)

Keberadaan dukun bayi di masyarakat masih memegang peranan penting. Hal ini karena dukun bayi di anggap sebagai tokoh masyarakat. Masyarakat masih memercayakan pertolongan persalinan oleh dukun bayi, karena pertolongan persalinan melalui dukun bayi di anggap murah dan tetap memberikan pendampingan pada ibu setelah melahirkan, seperti merawat dan memandikan bayi.

Untuk mengatasi permasalahan persalinan oleh dukun, pemerintah Kabupaten Brebes membuat suatu terobosan dengan melakukan Maklumat Dukun Bayi.

Maklumat dukun bayi adalah janji dukun bayi yang ditandatangani bersama dukun bayi yang bersangkutan, kepala desa domisili dukun bayi tersebut, bidan koordinator puskesmas dan kepala puskesmas setempat. Penandatanganan disaksikan oleh perwakilan kecamatan dan koramil setempat.

Maklumat dukun bayi ini didasari karena pengetahuan tentang fisiologis dan patologis dalam kehamilan, persalinan, serta nifas sangat terbatas oleh karena itu apabila timbul komplikasi ia tidak mampu untuk mengatasinya, bahkan tidak menyadari akibatnya, Dukun bayi tersebut kadang menolong hanya berdasarkan pengalaman dan kurang profesional.

Berbagai kasus sering menimpa seorang ibu atau bayinya seperti kecacatan bayi sampai pada kematian ibu dan anak.

Dalam usaha meningkatkan pelayanan kebidanan dan kesehatan anak maka tenaga kesehatan seperti bidan mengajak dukun untuk melakukan pelatihan dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan dalam pendampingan persalinan, selain itu dapat juga mengenal tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan dan segera minta pertolongan pada bidan.

Studi Penelitian

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengenal dukun bayi atau dukun beranak sebagai tenaga pertolongan persalinan yang diwariskan secara turun temurun.

Dukun bayi yaitu mereka yang memberi pertolongan pada waktu kelahiran atau dalam hal-hal yang berhubungan dengan pertolongan kelahiran, seperti memandikan bayi, upacara menginjak tanah, dan upacara adat serimonial lainnya. Pada kelahiran anak dukun bayi yang biasanya adalah seorang wanita tua yang sudah berpengalaman, membantu melahirkan dan memimpin upacara yang bersangkut paut dengan kelahiran itu (Koentjaraningrat, 1992).

Dukun bayi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1) Pada umumnya adalah seorang anggota masyarakat yang cukup dikenal di desa, 2) Pendidikan tidak melebihi pendidikan orang biasa, umumnya buta huruf ,

3) Pekerjaan sebagai dukun umumnya bukan untuk tujuan mencari uang tetapi karena ‘panggilan’ atau melalui mimpi-mimpi, dengan tujuan untuk menolong sesame, 4) Disamping menjadi dukun, mereka mempunyai pekerjaan lainnya yang tetap. Misalnya petani, atau buruh kecil sehingga dapat dikatakan bahwa pekerjaan dukun hanyalah pekerjaan sambilan,.

5) Ongkos yang harus dibayar tidak ditentukan, tetapi menurut kemampuan dari masing-masing orang yang ditolong sehingga besar kecil uang yang diterima tidak sama setiap waktunya., 6) Umumnya dihormati dalam masyarakat atau umumnya merupakan tokoh yang berpengaruh, misalnya kedudukan dukun bayi dalam masyarakat .

Namun Kesalahan yang sering dilakukan oleh dukun sehingga dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi, antara lain :

1) Terjadinya robekan rahim karena tindakan mendorong bayi didalam rahim dari luar sewaktu melakukan pertolongan pada ibu bersalin,

2) Terjadinya perdarahan pasca bersalin yang disebabkan oleh tindakan mengurut-ngurut rahim pada waktu kala III.

3) Terjadinya partus tidak maju, karena tidak mengenal tanda kelainan partus dan tidak mau merujuk ke puskesmas atau RS. Untuk mencegah kesalahan tindakan dukun tersebut di perlukan suatu bimbingan bagi dukun.

Kondisi Penyebab Kematian Ibu Hamil

Salah satu contoh Angka Kematian Ibu di Kabupaten Brebes selama tahun 2014 sudah mencapai 73 kasus, ini artinya Pemerintah Kabupaten Brebes harus serius dalam mencegah, mempromosikan, dan melakukan tindakan yang tersistem dengan baik, bukan tindakan secara parsial.

Kematian Ibu di kabupaten Brebes, secara langsung disebabkan oleh penyakit dan komplikasi yang menyertainya seperti perdarahan, eklampsi dan jantung. Penyebab tidak langsung nya antara lain tiga terlambat, yaitu terlambat mencapai sarana rujukan, terlambat memperoleh penanganan dan terlambat mengambil keputusan.

Adapun tenaga penolong Persalinan ibu hamil adalah dokter kandungan, bidan dan masih ada yang ditolong oleh dukun bayi.

Diperlukan kerjasama lintas faktor untuk menurunkan AKI tersebut. Upaya untuk mempercepat penurunan AKI telah dimulai sejak akhir tahun 1980-an melalui program Safe Motherhood Initiative yang mendapat perhatian besar dan dukungan dari berbagi pihak baik dari dalam maupun luar negeri.

Dampak Nyata Maklumat Dukun Bayi

Pada akhir tahun 1990-an secara konseptual telah diperkenalkan lagi upaya untuk menajamkan strategi dan intervensi dalam menurunkan AKI melalui Making Pregnancy Safer ( MPS ) yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2000. Walaupun 15 tahun sudah berlalu tapi rencana strategi MPS yang terdiri dari 3 pesan kunci dan 4 strategi MPS masih tetap digunakan.

Tiga pesan kunci MPS adalah : 1) Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, 2) Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat, 3) Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap upaya pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran

Empat strategi MPS adalah : 1) Peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita di tingkat dasar dan rujukan, 2) Mendorong kemitraan yang efektif, 3) Mendorong pemberdayaan perempuan, keluarga dan masyarakat, 4) Meningkatkan sistem surveilans, pembiayaan, monitoring dan informasi KIA

Pada poin pertama pesan kunci MPS disebutkan setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, hal ini dapat diartikan larangan bersalin dengan selain tenaga kesehatan apalagi dukun bayi (paraji) sebagi penolong persalinannya.

Dinas kesehatan melalui akselerasi percepatan penurunan AKI menggunakan metode maklumat dukun bayi sebagai salah satu cara untuk menurunkan angka pertolongan persalinan dengan dukun bayi.

Sebelum adanya maklumat dukun bayi angka persalinan dengan dukun bayi terbanyak sampai dengan bulan Nopember 2014 sebesar 26 kasus terdapat di desa Cipelem, tetapi setelah adanya maklumat dukun bayi bulan Desember 2014 tidak ada persalinan yang ditolong oleh dukun bayi.

Isi maklumat bersama dukun bayi adalah;

1) Berjanji akan membantu mengantarkan atau menunjukkan ibu hamil untuk pergi periksa ke bidan atau pelayanan kesehatan.

2) Berjanji membantu atau mengantarkan apabila ada ibu hamil yang beresiko tinggi kepada bidan atau pelayanan kesehatan.

3) Berjanji apabila ada ibu hamil yang akan melahirkan, saya akan mengantarkan pada bidan atau pelayanan kesehatan,.

4) Berjanji tidak akan menolong persalinan. 5) Berjanji membantu melahirkan di rumah ibu bidan atau pelayanan kesehatan. 6) Apabila saya tidak menepati janji, saya bersedia menerima sanksi.

Semoga melalui artikel ini, bisa memberikan informasi betapa pentingnya arti dari adanya Maklumat Dukun Bayi untuk penurunan Kematian Ibu di Kabupaten Brebes.(*)

Posted in: Opini