BrebesNews.Co 4 February 2015 Read More →

Musim Tanam, Pupuk Bersubsidi Menghilang dari Pasaran Brebes

tani

Gambar Ilustasi

BREBESNEWS.co –Bagi petani di wilayah Kabupaten Brebes saat musim tanam kali ini, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, khususnya jenis urea dan KCL.

Kalau pun ada stok di toko pertanian, pembelian mereka dibatasi paling banyak hanya satu kwintal. Kondisi demikian, dikeluhkan karena mereka terancam tidak bisa bercocok tanam, karena petani sangat membutuhkan pupuk jenis itu untuk musim tanam padi dengan jumlah cukup besar.

Chumaedi (35), petani Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba mengaku, sudah seminggu kesulitan mendapatkan pupuk urea untuk tanaman padinya. Pihaknya bahkan mencari hingga ke luar wilayah Kecamatan, tetapi masih belum mendapatkannya.

Selain sulit dicari, ketika ada stok pupuk di toko pertanian, pembeliannya dibatasi.

“Kalau saya lihat di lapangan, stok pupuk sebenarnya ada. Tapi, sulit dicarinya. Selain itu membelinya juga dibatasi. Saya sendiri tidak tahu kenapa seperti ini,” tutur Chumaedi, Rabu (4/2/2015).

Menurut dia, di wilayahnya untuk pembelian pupuk subsidi jenis urea Kujang setiap petani dibatasi maksimal hanya satu kuintal. Padahal pupuk lahan pertaniannya seluas satu hektare lebih masih kekurangan.

“Lahan seluas itu mestinya membutuhkan pupuk urea sekitar 4 kuintal. Kalau kondisinya seperti ini, kami bisa mengalami kerugian besar. Kami juga lebih baik mengurangi luas areal tanaman padi karena pupuknya sulit didapat,” akunya.

Harga jualnya juga mengalami kenaikan cukup besar. Semula harga pupuk urea Kujang untuk satu kantong isi 50 kg Rp 110.000, tetapi saat ini naik menjadi Rp 125.000/ kg.

“Bagi saya harga naik tidak masalah asalkan wajar. Tetapi, yang terpenting stok pupuk di lapangan tersedia banyak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Brebes, Zaenudin AK mengakui, keluhan terhadap kelangkaan pupuk urea mulai bermunculan di masyarakat petani. Karena itu, pihaknya akan segera melakukan pengawasan secara ketat dan melakukan pemantauan di lapangan terhadap pola pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut.

“Stok sebenarnya ada, tetapi kenapa masih muncul keluhan kelangkaan. Apakah kelangkaan itu karena permintaan yang tinggi dari petani saat musim tanam, atau karena pendistribusiannya yang salah. Terkait masalah ini, besok kami akan memanggil seluruh distributor pupuk yag ada di Brebes. “ungkapnya. (HENDRIK)