BrebesNews.Co 15 February 2015 Read More →

Pandangan Islam Terhadap Perhatian Kesehatan Anak

ali mubarok

Oleh : Ali Mubarok

( Santri Ponpes Assalafiyah Luwungragi, Bulakamba Brebes )

Nabi Muhammad bersabda; bau tubuh anak-anak adalah sebagian dari angin surga. Masih sabda nabi, “Surga itu adalah sebuah kampung kesenangan, tidak masuk surga melainkan orang yang menyukai anak-anak”. Begitu banyak sabda nabi yang menyatakan perhatiannya kepada seorang anak yang harus diperhatikan sebagian orang tua.

Untuk itu perlu kiranya kita sebagai umat Islam memperhatikan kelangsungan perhatian kepada seorang anak yang dilahirkan. Dari telaah ucapan nabi inilah sekiranya bisa menjadi pedoman orang tua dalam mengasuh buah hatinya atau anaknya. berikut pandangan Islam soal perhatiannya pada keberlangsungan serta kesehatan anak;

1.Perhatian Islam Terhadap Anak Sewaktu Masih dalam Kandungan

Perhatian islam terhadap anak tidak hanya dimulai setelah anak lahir, melainkan bahkan harus telah diberikan sejak kedua orang tuanya akan menikah. Islam memerintahkan laki-laki untuk menikahi wanita yang taat menjalankan perintah agama dan setia kepada suami.

Rasulullah SAW bersabda : ”Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena kecantikannya, karena nasabnya, karena agamanya. jika pilihanmu yang taat beragama, maka kebahagiaan akan selalu berada ditanganmu.”

Maksud hadits diatas adalah kecenderungan orang umum menikahi wanita karena melihat empat unsur diatas, kemudian Rasulullah SAW menjelaskan tujuan yang sebenarnya dalam sebuah rumah tangga dengan “ jika pilihanmu yang taat beragama, maka kebahagiaan akan selalu berada ditanganmu”.

Kecantikan, keturunan dan/atau kekayaan merupakan syarat-syarat yang belum cukup lengkap untuk menetapkan pilihan terhadap wanita sebagai istri, ketiga syarat tersebut harus dilengkapi syarat-syarat lain, misalnya agama yang dianut dan suasana rumah tangganya. Pertimbangan seperti ini penting karena anak-anak yang akan dilahirkannya akan mewarisi watak, cara hidup dan tingkah laku ibunya.

Nabi SAW telah melarang laki-laki mengawini wanita yang cantik yang tidak memiliki cara hidup dan disiplin yang baik.
Rasulullah SAW bersabda : “Jauhi oleh kalian khadhraa`ad diman” Apakah khadhraa`ad diman? “Wanita cantik yang tumbuh dalam lingkungan buruk.”

2.Perhatian Islam Terhadap Anak pada Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Anak

Ada sejumlah aturan-aturan umum dan prinsip dasar sebagai pedoman dimana islam mengajarkan bahwa menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan anak merupakan keharusan, sedangkan meremehkan atau mengabaikan pelaksanaan prinsip dasar tersebut dianggap sebagai suatu dosa besar.

Prinsip-prinsip dasar tersebut antara lain dinyatakan sebagai berikut :

a.Menjaga Kelangsungan Hidup Anak

Anak adalah harapan orang tua. Membunuh anak berarti juga membunuh orangtua bersangkutan. Bahkan karena ketidaktahuan dari seorangtua, anak dengan mudahnya dilenyapkan dengan cara membuangnya karena dianggap akan membebani kehidupan orang tuanya. Hal ini biasanya orangtua yang mempunyai ekonomi pasa-pas an karena ada ketakutan tidak bisa member makan anak.
Padahal dalam surat Annisa dijelaskan bahwa membuang ataupun membunuh anak sejatinya sama membunuh dirinya sendiri (orang tuanya sendiri-red)

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu” (Q.S. Annisa : 29)

Di surat Al-an’am juga disebutkan;

“ — dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (Q.S. Al An’am : 151)

Islam memandang manusia sebagai khalifah (wakil) Tuhan di bumi. Disebutkan dalam Al Qur’an

“Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, —” (Q.S. Al Baqarah : 30)

Dan segala yang merendahkan derajat atau yang mengurangi kehormatan manusia sebagai wakil Allah SWT di bumi, atau melemahkan kekuatan manusia dilarang oleh Syariat Islam. Larangan seperti itu dimaksudkan sebagai upaya menjaga kedudukan terhormat yang dimiliki oleh manusia serta kedudukan yang demikian berkuasa sebagai wakil Allah di bumi.

Allah telah menganugerahkan kekuatan kepada manusia dengan berbagai macam instink dan mekanisme pertahanan untuk menjaga
dirinya dan untuk memungkinkan dirinya mampu mempertahankan kelangsungan hidup kemanusiaan.

Allah SWT juga memperlengkapi manusia dengan bekal-bekal pengetahuan dan melebihkannya terhadap makhluk-makhluk lain. Diantara naluri yang telah dikuasakan untuk menghadapi tantangan alam ialah instink untuk menyelamatkan diri.

Ajaran Islam yang mengutamakan upaya menjaga kelangsungan hidup dan pemeliharaan anak tersebut dengan sendirinya merupakan suatu upaya memperkuat kehidupan masyarakat islam, baik dalam fisik maupun semangatnya, karena inti ajaran tersebut berarti menghendaki agar anak memiliki badan yang kuat dan sehat.

b.Menjaga Kesehatan Anak

Menurut pandangan Islam, badan yang sehat tersebut tidak hanya akan menghasilkan kemampuan berfikir yang baik, tetapi juga menghasilkan sikap mantap untuk terus optimis dan penuh harapan dalam menghadapi tantangan kehidupan dan dalam pergaulannya dengan orang lain. Atas dasar alasan-alasan tersebut maka islam menganjurkan agar masyarakat melakukan langkah yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup orang-orang islam dan menuntun mereka sepanjang hidupnya secara sistematis dan terorganisir.

Kesehatan adalah anugerah kebahagiaan yang paling penting yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia. Orang yang tidak sehat tidak akan dapat melaksanakan kewajiban dan menuruti perintah Allah dengan baik. Tidak ada anugerah Allah lainnya yang nilainya sebanding dengan anugerah kesehatan.

Disebutkan oleh At Tirmidzi, sebagaimana diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Hurairoh :
Rasulullah SAW bersabda : “Pertanyaan pertama yang ditanyakan pada hari kiamat kepada manusia tentang kenikmatan Allah

yang telah dianugerahkannya ialah : Bukankah telah Aku Anugerahkan kesehatan kepada tubuhmu? “
Dan dalam hadist yang lain, yang juga oleh At Tirmidzi disebutkan bahwa Nabi tidak minta apa-apa kepada Allah kecuali mohon diberi kesehatan yang baik.

c.Memberikan Kasih Sayang kepada Anak.

Perlindungan sebagai Bagian dari Kasih Sayang dan Kasih Sayang sebagai Bagian Perlindungan.

Nabi telah memberikan petunjuk dalam bentuk peraturan-peraturan yang cukup jelas dan terinci agar kita memlihara anak dengan penuh kasih sayang dan penuh kehangatan. Al Bukhori menyebutkan mengenai Al Adab, dalam satu bab khusus yang berjudul “ Kasih Sayang terhadap Anak Kecil”.

Rasulullah SAW bersabda : “orang yang tidak sayang kepada yang lebih muda dan hormat kepada yang lebih tua bukanlah golongan kita”

Terakhir barangkali patut untuk direnungkan khususnya orang-orang tua yang sedang mendidik anaknya agar tidak memberi kesusahan bagi sang anak.

“Barangsiapa yang memudahkan kesusahan dari seorang muslim maka Allah akan membuka kemudahan dari orang tersebut di hari kiamat.” (*)

Posted in: Opini