BrebesNews.Co 3 February 2015 Read More →

Demam Berdarah di Brebes Renggut 8 Nyawa Korban

tinjau Korban DB3

Bupati Idza Priyanti (kanan) saat menjenguk ibu korban DBD yang anaknya meninggal

BREBESNEWS.CO – Hingga kini di tahun 2015 awal,  jumlah penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Brebes terdapat 83 kasus. Delapan orang di antaranya meninggal dunia. Sedang pasien DBD rata-rata adalah anak di bawah umur.

Demikian dikatakan dr. Sri Gunadi M.Kes bersama Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Brebes Awaludin saat mendampingi Bupati Idza Priyanti menjenguk keluarga korban DBD yang jiwanya tidak tertolong alias meninggal, Selasa (3/2/2015).

Idza menengok korban meninggal dunia akibat serangan demam berdarah dengue (DBD) di dua desa. Kedatangannya ke rumah duka sebagai ungkapan bela sungkawa dan turut prihatin kepada keluarga korban.

Menurut Idza, apa yang dilakukannya ini semata-mata untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat Brebes serta lingkungan yang terserang DBD.

“Kami ingin mengucapkan bela sungkawa dan melihat langsung kondisi lingkungan masyarakat kita,” kata Bupati

Selain didampingi kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes bersama stafnya, saat berkunjungke keluarga korban Bupati diampingi juga Staf Ahli Bupati bidang Kesra Dra Lely Mulyani MPd, Staf Ahli bidang Ekban Dr Angkatno, Kabag Humas Setda Drs Atmo Tan Sidik

Bupati beserta rombongan hanya berhasil mengunjungi tiga keluarga korban. Antaranya Moh Abdul Nizam (9) warga Rt 4 RW IV, Sulistiyowati (10) warga Rt 6/RW IV Desa Dukuhturi Ketanggungan, Nita Aulia Febriani (4) Desa Dukuhbandar Pakijangan Bulakamba.

Disaat itu pula Bupati memberikan tali asih kepada keluarga korban. “Ini hanya sekadar untuk beli wedangan tahlil,” ucapnya.

Kepada Ketua RT setempat, Bupati juga meminta untuk mengusulkan kepada Dinas Sosial agar diusulkan untuk mendapatkan bantuan kematian sesuai dengan program 6 pilar pembangungan Brebes.

“Tolong pak RT supaya dibuatkan surat permohonan bantuan kematian ya,” kata Bupati.

Usai meninjau bak mandi warga bersama Bupati, dokter Gunadi menyarankan kepada warga sekitar untuk melakukan program 3M yakni (menguras, menutup dan mengubur) tempat-tempat penampungan air hujan dan lainnya. Kedua, hindari ruangan yang lembab dan perbaiki sirkulasi udara. Ketiga, jangan biarkan baju kotor menumpuk atau digantung.

Keempat, cobalah menanam tanaman anti nyamuk. Kelima, semprot rumah secara rutin dengan anti nyamuk. Keenam, gunakan hand bodi anti nyamuk di kulit. Ketujuh, tutup jendela dengan kawat kasa halus. Kedelapan, lakukan abatebnisasi tempat-tempat penampungan air bersih yang sulit dibersihkan. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi