BrebesNews.Co 2 February 2015 Read More →

Profil Elshinta, Anak Bupati yang Sarat Prestasi

elshinta1

Elshinta Nafiisah Salma dengan piala hasil prestasi lomba

BREBESNEWS.CO – Elshinta Nafiisah Salma nama panjangnya, anak ketiga dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE ini ternyata mempunyai kecerdasan, penuh dedikasi, aktivitas dan sarat prestasi. Baik yang diraih secara individu maupun berkelompok.

Shinta demikian panggilan akrabnya, pada Minggu (1/2/2015) baru saja mengukir prestasi dengan meraih juara 1 Olympiade Fisika tingkat Brebes, Tegal, Slawi (Bregas) pada Pekan Ilmiah OSIS (PIO) SMA Negeri 1 Brebes.

Sebelumnya hinta pernah menorehkan prestasi menjadi juara harapan 2 IPA Terpadu tingkat Provinsi Jateng yang digelar Universitas PGRI Semarang Desember 2014.

Secara berkelompok, menjadi juara 2 paduan suara Hari Kesehatan Nasional Kabupaten Brebes, juara 3 LCC KRR tingkat Kwarcab Brebes, juara 1 Senam Pramuka Kwarcab Brebes, Juara 1 Jambore Cabang Kwarcab Brebes.

“Saya berhasil menjadi juara 2 Pidato Bahasa Inggris Aksioma tingkat Kabupaten Brebes,” papar Shinta saat ditemui humas di MTs Negeri Model Brebes, Senin (2/2/2015).

Meski sarat prestasi tetapi anak pasangan Hj Idza Priyanti SE dan Kompol Drs H Warsidin MHum tidak membusungkan dada. Dia mengaku kehidupannya dijalani dengan biasa-biasa saja pula dari berkumpul bersama teman, belajar dan dalam bergaulpun tidak pilih-pilih temanya

“Semua manusia sama yang beda hanya takwanya,” ungkapnya sembari tersenyum.

Rutinitas Belajar

Di Kelas VIII Excelent, remaja putri kelahiran Jakarta 4 Mei 2001 ini bergaul seperti kebanyakan anak-MTs lainnya. Semangat belajarnya juga tinggi yang ditunjukan dengan nilai yang memuaskan, dibuktikan dengan rangking ke-3 di kelasnya.

“Usai mengaji, Saya belajar setiap malam hari,” ucapnya.

Penggemar film action dan horor ini tidak setiap hari disanguni ibunya. Tetapi hanya diberi jatah Rp 150 ribu tiap setengah bulan. “Kalau dirata-rata saya sangu hanya 10 ribu rupiah tiap harinya. Itu pun buat jajan saat di sekolah dan les. Kata Ibu, saya harus pandai-pandai mengatur uang,” ungkapnya.

Untuk keperluan hari esok, Shinta juga rajin menabung. Biasanya, uang tabungan dia dapatkan dari pecingan mbah Hj Rugayah dan Ayah. “Kalau Saya main ke Tegal, Saya dipecingin Mbah. Ibu juga kadang memberi uang untuk ditabung,” tuturnya.

Shinta mengaku tidak enak kalau ada teman atau siapapun yang mengatakan, “Wong anak bupati ya pasti menang saat lomba. Alhamdulillah saya mendapat nilai bagus karena ridlo orang tua, bimbingan dari guru dan doa teman-teman serta dari hasil belajar,” timpalnya.

Secara intensif, dirinya mendapatkan bimbingan dari Bapak dan Ibu Guru di sekolah. Juga ditempat les dirinya juga mendapatkan bimbingan lagi.

“Kalau dirumah saya ngaji dibimbing ustadz Pendi,” kata Shinta.

Sebagai anak Bupati, Shinta menyadari kalau aktivitas orang tuanya terlalu sibuk. Sehingga harus bersikap lebih dewasa dengan berusaha hidup mandiri. “Saya Ikhlas dan mendukung penuh Ibu dan Ayah yang sedang berjuang untuk kemajuan Brebes,” ujarnya.

Makanya dia sangat berterima kasih kepada teman-teman, Bapak Ibu guru dan pa ustadz yang membimbingnya setiap saat. Shinta berprinsip, yang penting lakukan sekarang jangan tunda-tunda waktu. “Kalau aku bisa, maka aku tidak akan membuang-buang waktu,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan