BrebesNews.Co 3 February 2015 Read More →

Puluhan Domba di Kedungoleng Paguyangan Mati Misterius

Puluhan domba yang mati misterius

Tampak beberapa domba yang mati misterius di Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan

BREBESNEWS.CO – Warga Desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan digemparkan dengan penemuan puluhan domba yang mati misterius dengan kondisi perut robek dan isinya terburai keluar, Selasa (3/2/2015).

Puluhan hewan ternak domba yang mati misterius itu, diduga diserang binatang buas yang berasal dari kawasan hutan yang tak jauh dari desa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan sedikitnya 24 domba mati dan 2 lainnya luka-luka. Domba-domba yang mati itu milik dari Aswad (54) dengan jumlah 5 ekor, Dapin (45) yang berjumlah 8 ekor, Wakum (55) yang berjumlah 8 ekor dan Catim (57) yang berjumlah 5 ekor.

Akibat matinya puluhan domba ini kerugian warga ditaksir antara Rp. 39 juta – 40 juta.

Kejadian itu diketahui warga saat mereka hendak memberi makan hewan ternak pada pagi hari dan alangkah terkejutnya mereka manakala mendapati domba-domba mereka telah bergelimpangan dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Sekitar pukul 06.00 Wib, seperti biasa kami memberi makan untuk domba-domba itu, tetapi begitu sampai dikandang, 6 domba saya sudah mati dan 2 domba lainnya luka-luka,” ujar Wakum sedih sembari menatap domba-domba malang itu.

Kepala desa Kedungoleng Salim Usman mengatakan, matinya puluhan domba warga itu merupakan kejadian yang luarbiasa karena hal seperti ini baru kali pertama terjadi didesanya.

Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Paguyangan dan petugas yang datang segera melakukan pemeriksaan kondisi domba yang mati serta kandang. Dari hasil Olah TKP diketahui, adanya beberapa jejak kaki hewan seperti srigala atau anjing hutan ataupun binatang buas sejenisnya.

“Sejak zaman dahulu kala, warga disini sudah bertahun tahun memelihara kambing ditepian hutan aman-aman saja tetapi ini sungguh aneh,” ungkap Salim.

Menurut Salim, warga di wilayah ini memang tinggal berdekatan dengan kawasan hutan dan lokasi kandang hewan ternak mereka memang jauh dari permukiman yang berjarak antara 30 meter hingga 50 meter dari rumah mereka.

“Hal ini untuk memudahkan mereka dalam mencari runput atau rambanan untuk makanan hewan ternak,” tutur salim.

Karena saat ini warga resah dan khawatir kampung mereka menjadi incaran binatang buas, pihak desa berinisiatif akan menggalakkan patroli malam dan roda keliling dengan melibatkan linmas dan warga lainnya. (DHANI-Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi