BrebesNews.Co 20 February 2015 Read More →

Sering Bentrok, Desa Cikeusal dan Stadion Karangbirahi Diusulkan Ganti Nama

rakor polsoskam1

Ws Dandim 0713 Brebes Mayor Inf Rudi Firmansyah SE MM saat rapat koordinasi (Rakor) Politik sosial dan keamanan (Polsoskam) Kabupaten Brebes

BREBESNEWS.CO – Melihat fenomena sering terjadinya keruwetan atau bentrokan di Desa Cikeusal Kecamatan Ketanggungan Brebes, diusulkan untuk berganti nama menjadi Cidamai. Demikian juga dengan nama tempat umum seperti Stadion Karangbirahi seharusnya diganti dengan nama yang lebih estetis dan religious, bukan nama yang terkesan mesum.

“Kita perlu mencari solusi bersama, lanjutnya, menerapkan kendali agar kendala yang ada bisa diatasi. Seperti misalnya pergantian nama Cikeusal kita ubah jadi Cidamai,” usul Ws Dandim 0713 Brebes Mayor Inf Rudi Firmansyah SE MM saat rapat koordinasi (Rakor) Politik sosial dan keamanan (Polsoskam) Kabupaten Brebes di ruang rapat Bupati Brebes, Rabu lalu (18/2/2015).

Rudi melihat, permasalahan yang menimpa Desa Cikeusal Lor dan Cikeusal Kidul meski dipicu oleh hal-hal sepele tetapi berdampak sangat serius.

“Kejadian yang bertahun-tahun kerap terjadi ini menjadikan PR tersendiri bagi Kabupaten Brebes untuk di kaji lebih jauh akar permasalahannya,” kata Rudi.

Seperti diketahui dua bulan lalu, akibat salah paham pada pertunjukan orgen tunggal terjadi bentrok di Desa Cikeusal Lor dan Desa Cikeusal Kidul. Bentrokan menyebabkan 5 rumah warganya hancur terbakar.

Anggota DPRD Brebes Siti Mazkiyah SH merespon apa yang menjadi pemikiran Dandim dan peserta rakor. Dirinya berjanji akan melakukan kajian akademis, sosial budaya dan estetika.

“Bersama-sama anggota Dewan yang lain, perlu kita lakukan pengkajian akademis,” terangnya.

Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik yang juga sebagai Kabag Humas Sekertariat Pemda Brebes mengatakan bahwa tradisi mengganti nama telah ada sejak jaman dahulu. Seperti pada jaman Nabi Muhammad pindah dari Mekah ke Madinah dengan menggantikan nama Yastrib menjadi Madinah. Juga tradisi mengganti nama seseorang ketika menunainakan ibadah haji. Kiranya itu dipandang estetis dan religious diperbolehkan.

Dari sudut pandang NLP Neuro Linguistik Program penyebutan nama akan membentuk maind set (cara berpikir) akan membentuk jiwa.

“Allah juga sangat menuruti persangkaan hamba-NYa. Untuk itu harus diciptakan nama-nama yang indah, Memberi harapan yang lebih baik,” tutur Atmo sembari menukil Hadits qudsi.

Nama Cikeusal dan Karangbirahi, sekiranya dapat menimbulkan hal hal buruk maka layak untuk diganti. “Nama juga menjadi doa bagi pemiliknya,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas potensi bencana yang melanda Kabupaten Brebes di saat musim hujan ini. Termasuk upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemkab Brebes beserta jajarannya dalam penanggulan banjir, tanah longsor dan infrastruktur jalan.

Rakor diikuti Wakil Bupati Brebes Narjo SH, jajaran Forkompinda, para Camat, Kepala SKPD dan undangan lainnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi